Bersepeda merupakan penggunaan transportasi yang dengan nyata meningkatkan perhatian terhadap isu-isu global lingkungan hidup, sebagai alat transportasi ramah lingkungan dan sangat sesuai digunakan di kota-kota besar.
Pada tahun 1997 diselenggarakan The International Conference on Global Warning di Kyoto. Saat itu pemerintah Jepang menjanjikan penurunan produksi karbon dioksida dan emisi gas buang lain sebanyak 6%. Secara alami hal itu meningkatkan peran sepeda sebagai green vehicle atau kendaraan ramah lingkungan yang tidak membutuhkan bahan bakar minyak dan tidak menghasilkan emisi gas buang apapun.
Setahun kemudian rancangan utama pemerintah Jepang "The 5th Comprehensive National Development Plan" untuk pertama kali mengumumkan menggalakan penggunaan sepeda sebagai alat transportasi. Di tahun yang sama The Measures to Prevent Global Warning menyatakan peran sepeda yang dipertimbangkan kembali sebagai gaya hidup baru.
Di era milenial di Indonesia alangkah baiknya dibangun konstruksi jalan dengan membuat dan menyediakan jalur khusus sepeda pada jalan-jalan yang baru dibangun atau pada perbaikan jalan raya yang banyak dilalui para pengendara sepeda. Sehingga seluruh beban lingkungan akibat penggunaan kendaraan bermotor dapat ditekan atau dikurangi.
Menurut para ahli olah raga dan kesehatan banyak manfaat bersepeda, antara lain :
1). Mengoptimalkan kesehatan jantung dan paru-paru.
2). Melancarkan sirkulasi darah.
3). Menjaga kebugaran, kesehatan, menguatkan sistem kekebalan tubuh.
4). Membakar kalori dan menurunkan berat badan.
5). Mengurangi risiko serangan jantung tekanan darah tinggi, diabetes, stroke, dan stress berlebihan.
6). Mengurangi tekanan pada lutut secara berlebihan.