Lihat ke Halaman Asli

Trekking di Bukit Bangkirai, Ada Pohon Diadopsi

Diperbarui: 26 Juni 2015   03:55

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

130986394264463306

[caption id="attachment_120790" align="aligncenter" width="640" caption="Selamat Datang di Kawasan Wisata Alam Bukit Bangkirai (doc. khussy alfarisi)"][/caption]

Menghabiskan sisa liburan kali ini, kemanakah tujuan anda? Untuk yang sedang berlibur di Kalimantan Timur khususnya di daerah Balikpapan tidak ada salahnya keluar kota sejenak tuk mencoba tantangan yang tidak begitu berat sambil memanjakan mata di Kutai Kertanegara. Tepatnya di Wisata Alam Bukit Bangkirai. Area wisata yang diresmikan pada tanggal 18 Maret 1998 oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Djamaludin.

Kawasan wisata ini bisa ditempuh dari Balikpapan sekitar satu setengah jam menggunakan kendaraan pribadi. Kami berangkat dari Balikpapan Baru pukul 13.50 WITA dan sampai di lokasi pukul 15.20. Arah jalan menuju Samarinda cukup lancar hingga pertigaan Semboja-Samarinda anda belok kiri sejauh 20 km. Untuk 10 km pertama dari pertigaan ini jalan agak bergelombang dan sedang dilakukan perbaikan. Jurang di kiri kanan jalan dan pemandangan yang indah sangat sayang untuk dilewatkan. Setelah itu untuk 10 km selanjutnya anda akan mendapati jalan yang cukup mulus.

[caption id="attachment_118153" align="aligncenter" width="645" caption="area cottage dengan parkir yang luas (doc. khussy alfarisi)"]

1309859619209397202

[/caption]

Untuk tiket masuk Rp. 2.000 per orang dan parkir kendaraan pribadi Rp. 5.000. Area parkir yang luas dan dikelilingi beberapa cottage yang siap untuk disewa jika memang anda ingin bermalam di sana.

[caption id="attachment_118129" align="aligncenter" width="653" caption="pohon yang sudah tua dan tumbang dibiarkan tetap di dalam hutan (doc. khussy alfarisi)"]

13098558671729317400

[/caption]

Waktunya kita trekking. Dari area parkir, kita belok ke arah kiri, melewati jembatan canopy kira-kira 5 meter. Di sebelah kiri kita bisa melihat kolam renang, jika anda ingin berenang boleh saja, airnya jernih kok. Jalur trekking pertama ditempuh sejauh 500 meter. Jalan setapak dengan kiri-kanan pohon-pohon tinggi menjulang dan ukurannya besar. Selain pohon yang masih hidup juga terdapat pohon tua yang telah tumbang dan dibiarkan di sana. Bahkan ada yang menghalangi jalan setapak sehingga kita harus melompatinya. Pohon-pohon ini memang sengaja dibiarkan tetap di hutan.

[caption id="attachment_118134" align="aligncenter" width="645" caption="area canopy bridge (doc. khussy alfarisi)"]

13098564351632872064

[/caption]

[caption id="attachment_118135" align="aligncenter" width="393" caption="siap untuk naik? (doc. khussy alfarisi)"]

13098566771338913631

[/caption]

Akhirnya kita sampailah di Canopi Bridge yang menghubungkan beberapa pohon bangkirai yang berukuran raksasa. Di sini jika anda ingin menikmati pemandangan hutan bangkirai, kita harus membayar tiket lima belas ribu rupiah per orang untuk wisatawan lokal dan tiga puluh ribu rupiah per orang untuk wisatawan asing. Untuk naik ke atas kita telah disediakan tangga memutar di sekeliling pohon yang terbuat dari kayu bangkirai juga. Tangga ini tidak ditanam dan akan mengikuti pertumbuhan pohon. Jadi bisa menghemat biaya untuk perawatan tangga dan pohonnya.

[caption id="attachment_118136" align="aligncenter" width="470" caption="tangga yang dibangun melingkari pohon bangkirai (doc. khussy alfarisi)"]

1309856948777338523

[/caption]

[caption id="attachment_118137" align="aligncenter" width="451" caption="tangga yang menakjubkan dilihat dari atas (doc. khussy alfarisi)"]

13098571432022952229

[/caption]

[caption id="attachment_118138" align="aligncenter" width="672" caption="the canopy bridge (doc. khussy alfarisi, taken by shiven)"]

1309857423415404630

[/caption]

[caption id="attachment_118156" align="aligncenter" width="645" caption="serasa melangkah di udara (doc. khussy alfarisi)"]

13098605531093091856

[/caption]

Pemandangan dari atas pohon sangat indah. Fungsi dari tempat di tiap-tiap pohon ini sebenarnya untuk memantau kawasan hutan. Mungkin ada yang terbakar jadi bisa cepat diketahui.Tetapi bagi sebagian pengunjung, berada di ketinggian adalah untuk menikmati pemandangannya dan mensyukuri betapa besar kekayaan alam negeri kita ini yang harus kita jaga.

[caption id="attachment_118157" align="aligncenter" width="645" caption="mendapatkan banyak pengalaman dari cerita bapak penjaga canopy bridge yang sekaligus sebagai guide untuk jungle trekking (doc. khussy alfarisi)"]

13098607821945225305

[/caption]

Berbicara tentang menjaga hutan, di area trekking kita akan menjumpai banyak pohon yang diberi label “adopsi”. Kami sempat bertanya kepada bapak yang menjaga tiket untuk canopy bridge dan mendapatkan penjelasan dari beliau. Adopsi di sini adalah orang yang tercantum namanya sebagai yang mengadopsi akan memberikan donasi untuk perawatan pohon yang diadopsinya agar tetap lestari dan terjaga. Yang mengherankan kami, kebanyakan yang mengadopsi adalah orang jepang. Bahkan VIVO CORPORATION JAPAN, perusahaan asal Jepang mempunyai area adopsi sendiri. Hanya beberapa saja nama Indonesia dan itupun nama-nama Menteri Kehutanan di negeri ini. Saya hanya membayangkan jika semakin banyak nama Indonesia yang mengadopsi akan semakin baik dan itu akan menjadikan area hutan bangkirai sebagai kawasan hutan yang tetap lestari dan menjadi pemasok oksigen dunia.

[caption id="attachment_118139" align="aligncenter" width="645" caption="area hutan yang pohon-pohonnya diadopsi oleh perusahaan jepang (doc. khussy alfarisi)"]

1309857809507268244

[/caption]
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline