Sosok Kyai Edi bagi saya Tak asing lagi, selain menarik perhatian dalam sikap dan sifatnya juga sering bercanda lewat puisi-puisinya. Yang jelas kepekaannya dalam menata bahasa kritik, sangat tertata dan tersusun rapi. Sungguh sangat terasa sekali kesan yang terpahat dari inspirasi yang tertuang di dalam tulisannya.
Bait-bait puisi kali ini adalah puisi rangkaian beliau yang bagaikan lentra malam menyinari kegelapan tapi pasti melangkah menuju sebuah harapan sukses. Ditujukan secara pribadi kepadaku, beginilah puisinya:
Apa labar kiyai Zul
Sehat selalu.
Ada mendung atau
awan kelabu
yang melingkupi
langit al muhajirin
Semoga awan kelabu
segera berlalu
tak menjadi badai
Hujan rintik rintik
menyapu
dan menyapa pagi
bawa kesejukan
dan damai di hati
Ia tersisih
ia membawa luka
gila sasar
Al muhajirin
akan tetap berdiri kokoh
memancarkan sinar
mencerahkan
Ada wajah-wajah polos
dan lugu
merindu
untuk dibimbing
ke jannatun naim
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H