Lihat ke Halaman Asli

ABDF

ABDF

Bikers Bedah Surau Bantu Pembangunan Madrasah di Banten

Diperbarui: 20 Oktober 2022   09:08

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto bersama bikers, perwakilan donatur, dan pihak sekolah setelah peresmian hasil renovasi. (Dok. Rezha Pn Junior)

Aktivitas motoran selain sarana untuk healing dapat juga menjadi media membantu sesama manusia yang membutuhkan. Seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa pecinta motor dual purpose, mereka memiliki satu program Bikers Bedah Surau (BBS). Tahun 2022 ini merupakan ajang kedua mereka merealisasikan bantuan terhadap renovasi surau. Yang pertama berlokasi di Kampung Cianten Herang, Desa Pura Sari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Disana para biker membantu warga dalam merenovasi Musala Nur Hidayah. 

Musala ini dibangun atas swadaya masyarakat pada tahun 2018. Meski dalam pembangunannya mengalami banyak kendala, namun qodarullah akhirnya sarana ibadah dan berkumpulnya masyarakat dapat digunakan. 

Sama seperti Madrasah Al Anwar yang berlokasi di Jalan Citeras, Desa Cemplang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten pemilihan lokasi donasi dilakukan secara insidensial. Artinya ketika salah satu pecinta motor dual-purpose sedang riding dan melihat ada surau yang memprihatinkan maka akan dilihat lebih dalam sejauh mana urgensinya untuk dibantu. 

Madrasah Al Anwar sendiri adalah lokasi yang ditemukan oleh Eky Mursalin saat ia sedang riding santai. Ketika melihat banguan madrasahnya sudah tidak layak maka pria pengguna Royal Enfield Himalayan ini langsung mampir dan berbincang dengan pengelola madrasah. Saat semua dinyatakan layak, maka Eky memusyawarahkan dengan sesama pecinta dual purpose yang lain untuk membuat perencanaan perbaikan dan menggalang dana. 

Inisiator renovasi Madrasah Al Anwar, Eky Mursalin (kiri) dan Anis Lukman (kanan). (Dok. Rezha Pn Junior)

Madrasah Al Anwar berada dalam pengelolaan Yayasan Pendidikan Al Anwar. Sebuah lembaga pendidikan swasta yang menggratiskan biaya sekolah bagi peserta didik yang tidak mampu. Sebagian dana operasional madrasah ini ada juga dari pemerintah, namun ungkap pengelola sekolah swasta ini lebih banyak menggunakan dana pribadi yang dulunya didapat dari hasil usaha sang pendiri yayasan. 

Kisah pilu renovasi madrasah pernah terjadi, saat itu ada oknum yang menawarkan renovasi sekolah, musala, dan toilet. Seiring berjalannya waktu hal itu tidak terwujud kecuali musala yang pembangunannya pun akhirnya lebih banyak menggunakan dana sekolah dan menghutang. 

Peresmian Ruang Kelas Madrasah Al Anwar 

Renovasi yang menghabiskan uang senilai kurang lebih Rp800 juta ini diperoleh dari 28% korporasi, 7% donasi berbentuk material, dan 68% dari komunitas pengguna sepeda motor dan komunitas. Hasilnya sendiri berupa tujuh ruang kelas dengan konstruksi dari container, beton, dan baja. 

Foto bersama setelah penyerahan hasil renovasi kepada perwakilan Madrasah Al Anwar (Dok. Rezha Pn Junior)

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline