Lihat ke Halaman Asli

Kang Jenggot

Karyawan swasta

Daripada Main Golf, Mendagri Pilih Kuliner

Diperbarui: 6 Oktober 2016   20:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Sampai sekarang saat sudah jadi Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengaku tak sekali pun main golf. Pengakuan ini tentu rada mengherankan. Sebab siapa pun tahu, salah satu olahraga pejabat yang digemari adalah golf. Banyak pejabat, atau pengusaha atau pun penyuka golf mengatakan, olahraga golf itu adalah olahraga lobby. Jadi, tak semata mengayun stick. Tapi di lapangan, negosiasi entah itu untuk urusan bisnis atau politik bisa dilakukan. Dikelilingi caddy cantik-cantik pula. 

Pengakuan Tjahjo tak pernah main golf diungkapkan saat dia mengajak para wartawan makan bareng dengannya di Jatinangor, Sumedang. Ketika itu, Tjahjo sedang punya agenda kerja menghadiri acara di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang kampusnya memang ada di Jatinangor.

Di sela-sela kunjungan kerjanya itulah Tjahjo ngajak para wartawan yang ikut meliput makan bareng. Saya kebetulan ikut meliput kunjungan kerja Tjahjo di Jatinangor. Sambil menyantap makanan khas Sunda, Tjahjo banyak bercerita. Salah satunya cerita tentang golf, olahraga yang tak pernah ia lakukan seumur hidupnya.

Suatu waktu, kata Tjahjo, saat dia sudah jadi Mendagri dapat undangan membuka turnamen golf. Tentu dia kaget, dapat undangan itu. Sebab seumur hidupnya ia tak pernah main golf. Bahkan, tangannya sekali pun belum pernah pegang stick golf. Dengan halus ia menolak undangan itu.

Tjahjo juga punya cerita lain masih tentang golf. Suatu waktu ia menginap di sebuah hotel yang ada lapangan golfnya. Ternyata pihak hotel sudah menyediakan peralatan golf untuknya. Tentu ia menolak itu. Ia katakan pada pihak hotel, bahwa dia tak pernah main golf satu kali pun. Dia tak mengerti sama sekali soal golf. " Pegang stick golf pun tak pernah," kata Tjahjo.

Bagi Tjahjo, golf adalah olahraga mahal. Sticknya saja harganya mahal sekali. Ia juga menilai, golf adalah olahraga buang waktu yang panjang. Meski begitu, ia tak pernah benci orang main golf. Kata dia, jika ada pejabat ada yang suka main golf, itu adalah haknya. Itu masalah hobi dan selera saja. Tapi, baginya golf olahraga mahal.

Kata Tjahjo, daripada buang duit banyak hanya untuk main golf, lebih baik uangnya dipakai untuk kuliner. 

"Lebih baik uangnya buat makan sop kaki dan nasi padang dan makan makanan di rumah makan yang disuka, ha.ha,ha," kata Tjahjo sambil terbahak.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline