Lihat ke Halaman Asli

Kang Marakara

Pengangguran Terselubung

Isu Surat Suara Tercoblos Vs Hoaks Ratna Sarumpaet

Diperbarui: 13 April 2019   09:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ratna sarumpaet di pengadilan.foto : Deri ridwansyah/jawapos.com

Politik itu seni memainkan peluang.kekuasaan jadi puncaknya,tipu muslihat jalanya.

heboh berita surat suara tercoblos di Malysia mengguncang jagat politik tanah air.hampir semua media memberitakanya disertai berbagai ulasan yang menyertai.ini betul betul berita kejutan menjelang hari pencoblosan yang tinggal beberapa hari lagi.

Temuan surat suara yang tercoblos di malaysia ini pasti mengundang berbagai tanggapan dari masyarakat umum di indonesia.ada yang tetap berpikir jernih,tapi ada juga yang menaruh curiga.tapi itulah masyarakat kita.ada sebahagian yang masih gampang menyimpulkan hanya berdasarkan berita yang beredar tanpa menunggu keterangan resmi pihak yang berwenang.

Hoax Ratna Sarumpaet

masih hangat dalam ingatan kita,ketika masyarakat indonesia di hebohkan dengan berita pengakuan Ratna Sarumpaet yang mengaku di aniaya oleh orang tak di kenal.wajah lebam lebam makin menambah simpati dan keyakinan bahwa berita itu benar.tapi ternyata itu semua hanya kebohongan semata dari Ratna sarumpaet

Artikel ini tidak akan membahas apakah berita surat suara yang tercoblos di malaysia itu rekayasa atau bukan,atau membandingkan mana yang hoax dan yang bukan dari kedua kasus tersebut.

Tapi yang menarik dari kasus surat suara yang tercoblos di Malysia ini adalah respon elit elit politik dan masyarakat dalam menyikapinya.ada perbedaan reaksi dan suasana berbeda ketika berita penganiayaan ratna sarumpaet muncul dengan ketika begita surat suara yang sudah tercoblos heboh di media.

Sampai hari ini kita tidak mendengar reaksi berlebihan dari para elit politik dalam menyikapi berita surat suara ini.padahal saat ini  kita dalam suasana pilpres dan pileg yang biasanya sangat sensitif dengan isu isu seperti ini.baik kubu 01 maupun kubu 02 tampaknya mampu menahan diri untuk tidak melakukan hal hal yang bisa jadi bumerang bagi diri sendiri.

Paling aktual mungkin langkah Eggi sudjana yang melaporkan pihak pihak yang terkait dengan pelaksanaan pemilu ke BAWASLU sebagai badan yang berwenang  mengawasi jalanya pemilu.dan ini langkah yang tepat dan bermartabat yang memang harus di tempuh bila ada indikasi kecurangan dalam pelaksanaan pemilu.

Dan reaksi masyarakat ternyata tidak terlalu khawatir dengan berita surat suara yang tercoblos ini.bahkan ada kesan masyarakat semakin meyakini bahwa berita apapun dan kejadian apapun selama pelaksanaan pemilu ini bisa jadi hanya rekayasa semata.yang mungkin adalah bagian dari strategi masing masing kubu untuk meraup suara terbanyak.

Dan memory mayarakat memang di penuhi oleh kejadian kejadian politik yang sebahagian besar adalah hoax yang di sebarkan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab,agar suasana pemilu menjadi kacau dan KPU sebagai penyelenggara pemilu di anggap tidak becus dan melakukan keberpihakan pada salah satu kubu.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline