Lihat ke Halaman Asli

Muhammad Khoirul Wafa

Santri, Penulis lepas

Mengapa Rasa-rasanya Banyak Melakukan Dosa, tapi Hidup Kok Tenang-tenang Saja?

Diperbarui: 23 April 2021   10:30

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kumparan.com

Suatu ketika, seorang pemuda bertanya kepada Imam Hasan Al-Basri;

"Aku telah banyak melakukan maksiat, mengapa aku tidak dihukum oleh Allah?"

Lantas imam Hassan Al-Basri balik bertanya kepada pemuda itu,

"Apakah setiap malam kamu bangun tahajud?"

"Tidak." Ujar pemuda itu.

"Itulah hukuman kamu yang seberat-beratnya. Tiada hukuman yang lebih perih jika Allah subhanahuwata'ala telah berpaling darimu. Dia tidak lagi mau 'berbicara' dan 'mendengar bicara' darimu, dibiarkan lena itu panjang padamu. Cukuplah Allah subhanahuwata'ala menarik nikmat dan kelazatan tahajjud dalam dirimu itu sebagai hukuman kepadamu"

Yah, benar. Betapa sering sebenarnya Tuhan telah menghukum kita, namun kita tak pernah menyadarinya.

Dikutip dari kitab Shaidul Khatir:

"Terkadang orang yang bermaksiat melihat keselamatan pada diri dan harta bendanya. Lalu menyangka bahwa dia tidak mendapatkan siksaan sama sekali. Padahal lupa dirinya adalah bagian dari satu bentuk siksaan.

Bijak bestari berkata: 'kemaksiatan yang dilakukan setelah perbuatan maksiat, merupakan hukuman atas maksiat sebelumnya. Dan perbuatan baik yang dilakukan setelah perbuatan baik, merupakan balasan bagi perbuatan baik sebelumnya.'

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline