Lihat ke Halaman Asli

Pembela Tuhan?

Diperbarui: 18 Desember 2017   13:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Adalah  utama untuk mencintai Tuhan Allahmu dengan sepenuh hati.

Mencintai juga sesamamu manusia, seperti kamu mencintai dirimu sendiri.

Petikan kisah 1:

Suatu hari ada seorang gila yang entah dengan maksud apa, mengencingi kitab suci agama A.

Sontak berita itu tersebar dan membuat para pemeluk agama tersebut gusar, marah dan merasa agama mereka telah dilecehkan dengan teramat sangat.

Maka mereka meluapkan amarah bukan saja pada si orang gila tersebut, tapi sialnya juga pada etnis darimana si gila berasal. Alhasil,satu bocah dibunuh atas nama membela agama. Membela Tuhan. 

Tragis!

Kisah nyata atau fiksikah ini? Tanyakan pada  para pelakunya atau rumput yang bergoyang goyang disana, mungkin mereka tahu jawabnya.

 Petikan kisah 2:

Seorang bapak duduk diam, saat mendengar Tuhan yang dipercayaiNya dilecehkan. Tuhan berkolor. Siapa BapakNya, siapa BidanNya? Lalu disambut ha ha ha dan hi hi hi dari para hadirin yang mendengarnya.

Kisah nyatakah ini atau fiksi? Tanyakan pada para pelakunya atau rumput yang bergoyang.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline