Lihat ke Halaman Asli

irvan sjafari

TERVERIFIKASI

penjelajah

Tragedi Kongo dan Kiprah Pasukan Garuda II 1960-1961

Diperbarui: 2 Maret 2018   20:48

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Letkol Solichin dan Mobutu di Kongo/Foto: Repro Pikiran Rakjat, 1960 oleh Irvan Sjafari

"Tragedi Lumumba memberi petunjuk pada kita bahwa para pemimpin Kongo masih berjiwa terlalu bernafsi-nafsi dan belum meningkat pada kesadaran bahwa mereka ini termasuk suatu bangsa. Keadaan begini dengan mudah saja dipergunakan Belgia mengadu domba rakyat Kongo". Demikian tulis Rosihan Anwar 'Matinya Patrice Lumumba' (Anwar,1980:12).

Pikiran Rakjat edisi 14 Februari dan  18 Februari 1961 menjadikan terbunuhnya Perdana Menteri Kongo pada hari Minggu 12 Februari 1961 menjadi salah satu headlinenya.  Harian itu menulis bahwa Lumumba tewas oleh Kapten (polisi) Belgia bernama Tshombe.

Dalam harian itu disebutkan, pernyataan pemerintah Kongo,  Lumumba justru dibunuh oleh penduduk desa di Katanga.  Anehnya, pemerintah juga menyatakan tidak melakukan pengusutan atau memperkarakannya. Sejumlah referensi menyebut bahwa kematian Lumumba justru dilakukan oleh regu tembak Pasukan Kongo sendiri. Pembunuhan itu sebenarnya terjadi  pada 17 Januari 1961 di tempat yang dirahasiakan (Mukthi, MF, 2012).

Lumumba terbunuh bersama Wakil Ketua Senat Joseph Okita, Menteri Urusan Pemuda dan Olahraga Maurice Mpolo di sebuah desa di Katanga.  Lawan politiknya trio Kasavubu-Mobutu-Tshombe beberapa kali berusaha menyingkirkan Lumumba.

Kelahiran Katako Kombe, 2 Juli 1925 ini mendapatkan pendidikannya di sekolah misi  dan kemudian bekerja sebagai kantor pos di Stanleyville. Kiprah politik Lumumba sebetulnya baru mencuat pada 1958 ketika dia menjadi Presiden Gerakan Nasional Kongo.

Awalnya Lumumba seorang moderat, tetapi kemudian dia merasa tidak puas dan memisahkan diri dari partainya, menjadi aktivis politik yang lebih radikal pada Juli 1959. Sayap radikal yang dipimpinnya tumbuh menjadi lebih kuat dan dia dipenjara pemerintah Kolonial Belgia pada November 1959.

Namun gerakan kemerdekaan Kongo tidak bisa dibendung lagi. Setelah melalui perundingan meja bundar, Kongo memperoleh kemerdekaan pada tengah malam 30 Juni 1960. Lumumba menjadi Perdana Menteri Kongo.

Analis politik masa itu menuding Lumumba adalah korban persekongkolan dunia Barat, Belgia yang tadinya penjajah Kongo, Prancis dan kemungkinan Amerika Serikat. Encyclopedia Americana  Volume 17, 1983 menyebutkan, Lumumba tewas karena mencoba melarikan diri. Secara tersirat diungkapkan bahwa Lumumba mencoba meminta bantuan Uni Soviet. Sekalipun pada pertengahan 1960  Lumumba mengatakan, tidak anti AS dan Eropa.

Di mata AS dan sekutunya Lumumba begitu radikal  dan "nasional ekstrem". Lumumba tewas pada usia 36 tahun, pemimpin muda yang berjasa mendatangkan kemerdekaan bagi bangsanya.

Patrice Lumumba/Foto: Africant Exponent.https://www.africanexponent.com/post/8734-the-us-and-belgium-killed-patrice-lumumba

Perang Saudara Pecah  Setelah Proklamasi

Belgia seperti setengah hati melepas Kongo. Perang Dingin memang membuat situasi di Kongo bertambah runyam. Walaupun upacara kemerdekaan republik ini dipimpin langsung oleh Raja Belgia Boudouin I pada tengah malam 30 Juni 1960.  Patrice Lumumba sebagai Perdana Menteri terpilih melalui pemilu yang demokratis pada 24 Juni 1960.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline