Lihat ke Halaman Asli

JUBAEDAH HARYANI

Penulis lepas dan jurnalis di industri media

Mengapa Anak Bungsu Selalu Dikira Manja? Fakta yang Perlu Kamu Tahu

Diperbarui: 29 Juli 2024   21:14

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi gambar: freepik

Apakah benar anak bungsu sering dianggap manja atau tidak dewasa? Mungkin kamu adalah anak bungsu atau memiliki teman yang merupakan anak bungsu dan menghadapi situasi ini. Bagaimana pendapatmu tentang stereotip tersebut?

Sebenarnya, ada banyak karakteristik anak bungsu yang mungkin belum banyak diketahui orang. Gambaran anak bungsu ternyata jauh lebih kompleks daripada sekadar "manja". Setiap anak bungsu memiliki cerita dan pengalaman uniknya sendiri. Meski sering dihadapkan pada tantangan dan stereotip, penting untuk memahami konteks serta situasi yang mereka alami.

Menjadi anak bungsu ternyata tidak semudah yang terlihat dari luar. Mari kita coba memahami lebih dalam tentang peran dan beban yang mereka hadapi. Kali ini, kita akan mengungkap beberapa fakta penting seputar kehidupan anak bungsu yang perlu kamu ketahui.

1. Tidak pernah diberi hak untuk memilih jalan hidup sendiri

Anak bungsu sering kali dianggap belum cukup dewasa dan tidak diberi tanggung jawab besar seperti saudara-saudaranya. Mungkin karena orang tua merasa bahwa anak bungsu adalah yang terakhir dan ingin melindunginya dari berbagai kesulitan. Namun, perlakuan ini bisa membuat anak bungsu merasa kurang dipercaya dan tidak diberi kesempatan untuk membuat keputusan tentang pilihan hidupnya sendiri. Coba ingat, keputusan penting apa yang pernah kamu buat sendiri?

2. Sering dianggap anak kecil dan jarang didengar

Anak bungsu sering kali diperlakukan seperti anak kecil, meskipun usia mereka sudah dewasa. Pendapat mereka mungkin sering diabaikan atau dianggap kurang serius, yang tentu saja bisa berdampak pada rasa percaya diri serta kemampuan mereka dalam berpendapat dan membuat keputusan. Apakah kamu merasa pendapatmu sering diabaikan?

3. Kehilangan masa jaya orangtua

Anak bungsu sering kali lahir ketika orangtua sudah lebih tua atau mengalami penurunan energi. Saat kamu lahir, orangtua mungkin sudah tidak berada di puncak karier atau masa jaya mereka, baik dari segi finansial maupun kesehatan. Kondisi ini menyebabkan anak bungsu tidak merasakan pengalaman masa jaya orangtua seperti saudara-saudaranya yang lebih tua, yang pada akhirnya bisa memengaruhi pola asuh dan perhatian yang diterima.

4. Mengurus orangtua yang sakit

Seiring kamu beranjak dewasa, tanggung jawabmu sebagai anak bungsu mungkin tidak hanya mencakup dirimu sendiri, tetapi juga merawat orangtua yang semakin menua. Ketika saudara-saudaramu sudah berkeluarga dan tinggal terpisah dari orangtua, kewajiban merawat orangtua sering kali jatuh padamu yang masih tinggal serumah dengan mereka. Beban ini sering kali tidak dipahami oleh orang lain, kamu harus membagi waktu antara merawat orangtua dan mengejar cita-cita.

5. Dibandingkan dengan saudara yang lain

Anak bungsu sering kali dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lebih tua. Mereka sering kali dituntut untuk lebih sukses dibandingkan kakak-kakaknya, menghadapi tekanan dan perlakuan yang tidak adil dari keluarga. Padahal, setiap anak memiliki perjalanan dan tantangan tersendiri. Bagaimana pendapatmu tentang perbandingan yang sering terjadi dalam keluarga?

6. Berlomba dengan waktu seiring bertambahnya usia orangtua

Ketika mengejar cita-cita, anak bungsu harus berlomba dengan waktu yang lebih sedikit karena orangtua semakin menua. Beban tambahan ini tidak dirasakan oleh saudara-saudaranya yang lebih tua, yang mungkin sudah melalui fase ini ketika orangtua masih lebih sehat. Oleh karena itu, anak bungsu perlu menyusun rencana jangka panjang sambil mempertimbangkan kondisi kesehatan orangtua.

Semoga artikel ini membantu mengubah pandanganmu tentang anak bungsu dan membuat kita lebih memahami perjuangan mereka. Apakah kamu memiliki pengalaman atau pandangan pribadi yang ingin dibagikan?




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline