Lihat ke Halaman Asli

Juan Manullang

Penulis Lepas

Anehnya Napi Ini Rela Terinfeksi Virus Corona Demi Kebebasan

Diperbarui: 14 Mei 2020   09:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: Thinkstock dilansir oleh detik.com

Di bumi ini rasa-rasanya tidak ada manusia atau orang ingin terinfeksi virus Corona atau Covid-19. Kita tahu betapa berbahayanya virus Corona ini bagi tubuh karena dapat menyebabkan kematian.

Namun berbeda dengan napi (narapidana) di Amerika Serikat berupaya menginfeksi dirinya dengan virus Corona agar bisa bebas lebih awal dari penjara.

Dilansir dari AFP via detik.com (12/5/2020), beberapa napi di sebuah penjara di Castaic, Los Angeles bagian Utara, terekam CCTV sedang berbagi gelas dan mengendus masker bekas pakai, sambil berkerumun.

"Entah bagaimana, ada beberapa keyakinan salah di kalangan populasi narapidana bahwa jika mereka dinyatakan positif (virus Corona), maka ada cara untuk memaksa, untuk membebaskan lebih banyak narapidana dari lingkungan penjara dan itu tidak akan terjadi," tegas Sheriff Los Angeles County, Alex Vilanueva.

Aneh

Betapa tidak aneh, hanya untuk mendapatkan kebebasan dengan program asimilasi membuat napi itu mau terinfeksi virus Corona. Caranya dengan tidak menerapkan protokol kesehatan yang ada.

Kalo penulis pribadi, amit-amit mau terinfeksi virus Corona, untuk sakit ringan saja menolak. Malah napi di AS ini mencari penyakit berbahaya seperti Corona.

Padahal, semua orang kalau diwawancarai pasti akan menjawab menolak dan tidak mau terinfeksi virus Corona. Aneh bin ajaib memang.

Atau jangan-jangan napi tersebut stress terus berada di sel penjara sedangkan teman lainnya yang sudah menjalani masa pidana sesuai aturan di Amerika Serikat sehingga pantas dibebaskan dengan program asimilasi itu. Ya, bisa saja begitu!.

Edukasi

Bisa jadi, napi itu kurang edukasi saja atau hanya bersandiwara saja?. Mungkin saja para napi itu tidak tahu begitu berbahayanya virus Corona yang sudah menelan banyak korban. Di Amerika saja sudah puluhan ribu meninggal dunia dengan jutaan kasus yang terjadi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline