Sepintas membaca judul tulisan ini, tentu tak salah bila ada yang merasakan aneh atau bertanya dan menganggap bahwa berkomunikasi koq dengan diri sendiri? Emangnya edan?!
Lah omong-omong (berkomunikasi) sendiri, koq malah dijawab sendiri pula? Sudah sutresskah?
Nah, kalau itu dilakukan di sepanjang jalan, sambil ngomel tak karuan ngalor-ngidul maka yang seperti ini memang pantas diperiksakan ke ahli penyakit jiwa.
Namun dalam tulisan ini, berkomunikasi dengan diri sendiri benar-benar dilakukan secara sadar (conscious), bahkan orang lain tidak terlibat langsung dalam proses komunikasi tersebut.
Dikarenakan hanya pikiran dan hati yang bekerja sehingga setiap personal yang melakukan akan bisa memetik manfaatnya.
Kebanyakan di antara kita terlanjur atau sering diajarkan bahwa pengertian komunikasi hanya dimaksudkan sebagai proses penyampaian informasi berupa pesan, gagasan/ide dari seseorang kepada orang lain. Itupun tidak bisa disalahkan, karena memang secara umum diajarkan di mana-mana.
Namun demikian ada kalanya kita sesekali perlu belajar menjadi orang yang tidak umum -- tetapi memberikan nilai tambah terutama sebagai bekal ketika melangsungkan kegiatan dalam menapak berbagai kehidupan.
Yah kembali pada judul tulisan: berkomunikasi dengan diri sendiri, mungkinkah? Jawabnya, tentu sangat mungkin! Dan bisa dilakukan oleh semua orang, siapa saja terutama bagi yang mau dan mampu menerapkannya.
Bagi mereka yang pernah mendalami seluk beluk komunikasi, tulisan ini telah menjadikan 'makanan sehari-hari' sehingga dalam setiap aktivitas bertransaksi informasi maupun berkomunikasi akan selalu cermat mempertimbangkan dampak yang akan terjadi.
Di samping itu, melakukan komunikasi dengan dirinya sendiri akan menjadikan seseorang semakin dewasa dalam bersikap atau berperilaku.