Lihat ke Halaman Asli

Tidak Ada Hari Tanpa Perang

Diperbarui: 24 Oktober 2024   20:53

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Manusia saling membunuh sejak ada Bumi. Perang terorganisir sejak Zaman Neolitikum.

Pertempuran di Zaman Neolitikum pun menurut peneliti tidak hanya terjadi dalam waktu beberapa hari melainkan juga berbulan hingga bertahun-tahun.

Banyak bukti di Spanyol dan Kenya. Benua  Afrika hingga Eropa.Masalah utama Lahan Pertanian.

Bahwa suatu kenyataan yang menyedihkan selama 3400 tahun sejarah tertulis, umat manusia hanya mengenal 250 tahun perdamaian. Perang menjadi salah satu bentuk perwujudan dari naluri untuk mempertahankan diri yang dianggap baik dalam pergaulan antarmanusia maupun antarbangsa.

Selama 5600 tahun terakhir manusia telah menggelar 14.600 perang. Hal ini menandakan bahwa konflik bersenjata atau perang telah ada dan terjadi ribuan tahun yang lalu meskipun berbeda situasi dan kondisinya. Termasuk di Timur Tengah.

Bagi laki-laki, *Keadaan Alamiah* bukanlah keadaan damai tapi PERANG.

Bagi Negara, Perang yang terus- menerus terjadi adalah hal yang wajar dan tak terrelakkan, dan akan terus demikian selama masing-masing Negara mempertahankan kemerdekaannya yang mutlak dari yang lain, dalam bahasa Rousseau, mereka semua tetap satu sama lain dalam *Keadaan Alamiah*

Bagi wanita, ada  wanita cantik yang memicu Perang Antar Bangsa. Helen dari Troy, Ratu Saba, Delilah, Guinevere, Whan Zhao Yun. Minerva, adalah salah satu dewi utama yang dipuja oleh bangsa Romawi. *MINERVA*,  dipuja sebagai Dewi Perang.

Perang Peloponnes, sebuah cerita yang dibuat oleh sejarahwan perang, bernama *Thucydides*, tentang adanya keluhan negara ini atau itu, tetapi tumbuhnya kekuatan Athena  yang membuat takut bangsa Sparta, sehingga membuat perang tak terelakkan. Karyanya merupakan analisa politik dan moral pertama yang tercatat mengenai kebijakan perang suatu negara, termasyur dengan istilah *Thucydides Trap*

Dari keadaan masa lalu saat ini ada tantangan baru. Kita diingatkan kembali oleh Dewa Romawi, *JANUS* yang memiliki dua wajah, sehingga bisa melihat masa lalu dan masa depan.
 
Tantangan hari ini adalah Europa Timur. Putin dan Dmitry Medvedev, menyerukan geopolitik seluruh *Great Europe* dari Lisbon sampai Vladivostok untuk menciptakan kemitraan sejati. Sebuah upaya perpecahan Amerika dan Eropa Barat yang tergabung dalam *NATO* Akar utama krisis Ukraina dan dimulai 2014, hingga kini.

Selanjut Timur Tengah sebagai kasus Palestina yang ribet dan berlangsung lama. Kita sebut sebagai, *The Old Mismanagement*

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline