Lihat ke Halaman Asli

Jimmy Wijaya

Insan Bangsa

Geliat Ekonomi Dompu dengan BBM Satu Harga

Diperbarui: 7 Oktober 2020   19:44

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

SPBU pertama di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu mulai beroperasi Agustus 2020 lalu (sumber foto : Metro Dompu)

Kita semua merasakan efek yang ditimbulkan oleh krisis kesehatan global ini. Dengan diberlakukannya pembatasan sosial, menyebabkan laju perekonomian terseok. 

Baik masyarakat kelas atas, menengah hingga bawah ikut merasakan dampaknya. Ada yang perputaran bisnisnya tak semoncer dulu, hingga beralih status menjadi pengangguran akibat dirumahkan.

Di berbagai belahan dunia, perang melawan Covid-19 masih berlangsung sengit. Mahluk kasat mata yang mengantarkan beberapa negara ke jurang resesi, belum dapat diprediksi kapan berakhir. Bisa saja, hingga beberapa tahun ke depan, kita terpaksa harus melakukan aktivitas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Lantas, bagaimana dengan program BBM Satu Harga, apakah program ini ikut mangkrak karena pandemi? Tentu saja tidak. Program ini terus berjalan dan tetap fokus pada tujuan awalnya. 

Amanah tersebut terus berjalan dalam rangka penyeragaman harga jual resmi BBM jenis premium dan solar khususnya di wilayah daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

Pekan kedua Oktober ini, lembaga penyalur baru segera diresmikan. Tepatnya di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Jumlah SPBU di daerah yang dikenal sebagai penghasil susu kuda liar ini bertambah menjadi lima. Masing-masing tersebar di Hu'u, Karijawa, Kandai Dua, Manggalewa dan yang baru diresmikan, Pekat.

SPBU yang berlokasi di jalan Lintas Calabai, Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, menampung lima jenis BBM masing-masing, jenis premium dengan alokasi 64 kilo liter dan solar 32 kilo liter per bulan. Selain BBM subsidi dan penugasan, juga menyiapkan BBM non subsidi jenis pertamax, pertalite.

Dengan spesifikasi SPBU tersebut, dapat mengakomodir kebutuhan BBM setempat yang memiliki luas wilayah terluas di Kabupaten Dompu dengan jumlah penduduk sebesar 34.164 jiwa berdasarkan data BPS tahun 2016.

Sementara, untuk skala provinsi, NTB total memiliki sepuluh lembaga penyalur BBM Satu Harga yang tersebar di Pulau Lombok, dan Pulau Sumbawa, sejak 2017 lalu.

Kabupaten yang lekat dengan semboyan Nggahi Rawi Pahu memang menjadi salah satu daerah yang membutuhkan akses BBM murah dan terjangkau. Bahkan kelangkaan bahan bakar khusus premium dan solar kerap terjadi. Kalaupun ada, harganya selangit di tingkat pengecer.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline