Lihat ke Halaman Asli

Karpet Mudah Bau dan Kotor? Malas Mencucinya?

Diperbarui: 19 Mei 2018   00:34

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Poster Karpet Comfort Me

Karpet saat ini sudah sangat umum dalam penggunannya. Karpet tidak hanya berfungsi sebagai penutup lantai semata, melainkan banyak sekali fungsi karpet lainnya, mulai dari sebagai alas duduk untuk berkumpul, perlindungan lantai terhadap jatuhnya benda-benda keras, maupun dekorasi ruangan. Penggunaan karpet tentunya juga dapat sebagai kenyamanan kaki saat sedang berjalan atau beraktivitas. Fungsi karpet ini banyak dimanfaatkan untuk ruang tamu, ruang keluarga, kos-kosan, hotel, apartemen, rumah sakit, sekolah, masjid, kantor, dan lainnya. Disamping perannya yang sangat penting tersebut, masalah yang sering muncul terkait penggunaan karpet. Lebih dari 70% responden kami mengatakan bahwa mereka sering mengalami masalah karpet yang kotor dan bau. Bau yang timbulkan disebabkan oleh bakteri yang timbul pada karpet dan tidak dibersihkan.

Kotoran atau noda pada karpet mungkin hasil dari makanan, debu dari kaki dan badan, debu atau kotoran pada ruangan. Kotoran atau noda yang sering terjadi ini membutuhkan waktu untuk pembersihannya, karena hal ini pengguna karpet sering menjadi malas untuk membersihkan karpetnya. Karpet yang seperti itu sangat rentan menjadi tempat beberapa jenis bakteri berkembang biak karena lembab atau basah. Karena masalah di atas kami memberikan inovasi terbaru untuk karpet yang akan kami tawarkan.

Comfort Me, Solusi Permasalah Karpet!

Comfort Me adalah inovasi terbaru dari karpet dimana karpet ini memiliki sifat swabersih, anti bakteri, dan tentunya anti bau. Karpet ini dirancang menggunakan teknologi fotokatalisis dengan katalis TiO2 yang memanfaatkan energi cahaya matahari dan air untuk mengaktifkan fungsi dan manfaatnya seperti, mendesinfeksi bakteri yang menimbulkan bau pada karpet juga bersifat swabersih yaitu karpet cukup disemprot dengan air kemudian dijemur pada sinar matahari tanpa menggunakan pencuci seperti detergen sehingga dapat menghemat pengeluaran untuk binatu karpet dan juga meminimalisir limbah detergen sehingga ramah lingkungan.

Bagaimana Mekanisme Fotokatalisis TiO2

Titania apabila terkena cahaya pada panjang gelombang tertentu, maka elektronnya akan tereksitasi dan pada titania terbentuk kutub negatif (elektron) dan kutub positif (hole). Elektron ini dapat mereduksi zat-zat seperti logam berat, sedangkan hole dapat mengoksidasi senyawa organik.

Bagaimana Mekanisme dari Fitur Swabersih dan Anti Bakteri Comfort Me

Mekanisme self-cleaning yang terjadi adalah menggabungkan dari dua keadaaan yaitu degradasi polutan dan pembentukan hidrofilitas atau suka air. Reaksi fotokatalisis akan menghasilkan radikal hidroksil dan radikal O2. Kedua radikal ini sangat reaktif dan merupakan oksidator yang sangat kuat sehingga dapat mengoksidasi kontaminan atau kotoran dari bahan organik, termasuk diantaranya polutan pigmen warna. Selain dapat mendegradasi polutan, fotokatalisis TiO2 juga dapat membuat suatu permukaan benda menjadi hidrofilik atau suka air. Ketika terkena cahaya dengan panjang gelombang tertentu, hole akan mengoksidasi ion oksigen dari TiO2 menjadi oksigen yang akan pergi sehingga membentuk oxygen vacancies atau kekosongan pada oksigen. Air yang terciprat ke permukaan karpet akan mengisi kekosongan pada oksigen ini sehingga permukaan akan menjadi hidrofilik dan membentuk monolayer pada permukaan. Monolayer pada permukaan karpet akan membuat karpet lebih mudah dalam merontokkan kotoran atau debu yang menempel, cukup dengan menyemprotkan air pada karpet yang terkena kotoran lalu menghentakkannya dengan ringan. Tidak lupa, salah satu fitur terpenting dari karpet kami adalah fitur anti bakteri. Ketika TiO2 bereaksi dengan foton membentuk elektron dan hole, maka reaksi selanjutnya akan berujung pada pembentukan hidrogen peroksida yang dapat membunuh sel-sel bakteri maupun jamur pada karpet, sehingga karpet akan senantiasa anti bakteri dan tentunya anti bau.

Hasil Pengujian Degradasi Warna

Kami telah melakukan pengujian terhadap kinerja teknologi fotokatalisis pada Comfort Me ini di Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Pengujian dilakukan untuk melihat perbedaan karpet dengan teknologi fotokatalisis (Comfort Me) dan karpet biasa dalam degradasi warna organik, dengan merendam karpet pada jus buah dan kemudian menjemurnya dibawah sinar matahari selama 1 jam. Hasilnya adalah karpet kami dapat mendekomposisi pigmen warna secara efektif, yang dapat dilihat pada gambar berikut:

Perbandingan Hasil Uji Degradasi Warna Karpet Blanko dan Karpet Comfort Me

Hasil Pengujian Swabersih

Untuk uji swabersih, kami melakukan uji dengan pengolesan air lumpur secara konvensional, untuk kemudian akan kami semprotkan dengan air bersih dengan jumlah semprot yang sama. Berdasarkan uji ini, terbukti bahwa Comfort Me dapat merontokkan tanah dan debu yang lebih baik dibanding karpet biasa, pada video berikut:


Kemudian perbandingan hasil yang didapat:

perbandingan-swabersih-png-5aff02ca5e137376003596d4.png

Perbandingan Hasil Uji Swabersih Karpet Blanko dan Karpet Comfort Me

Hasil Pengujian Anti Bakteri

Untuk uji anti bakteri, kami menggunakan metode total plate count yaitu dengan mengencerkan karpet, kemudian hasil larutan tersebut akan dimasukkan bakteri dan diinkubasi untuk melihat pertumbuhan bakterinya. Hasil uji ini dapat dilihat pada tabel berikut:

hasil-tpc-png-5aff0117ab12ae2508297b62.png

Perbandingan Hasil Uji TPC Karpet Blanko dan Karpet Comfort Me

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline