Lihat ke Halaman Asli

Jeri Santoso

Wartawan

Di Saat Zodiak Jadi Konsumsi Budaya Massa

Diperbarui: 6 Oktober 2019   20:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi manusia dan kepercayaan terhadap zodiak (Sumber: www.yelp.com)

 

"Kamu pasti setia orangnya.."

"Kamu penyayang, kan?"

"Murah hati? Lemah lembut?"

"Pasti jodoh kamu lahir di bulan Agustus..."

Semua ini merupakan stereotip orang tentang saya yang notabene lahir di awal bulan Mei. Bagi mereka, zodiak bukan sekadar informasi, melainkan kepercayaan. Tren horoskop dan berbagai pertautannya di media sosial kini jadi gunjingan budaya massa. 

Kenapa tidak? Dengan gampang orang akan distigma kepribadiannya hanya lewat periode hari lahir. Misalkan, yang lahir antara tanggal 22 Desember sampai 20 Januari adalah Capricorn. Mereka cenderung pendiam, suka memerintah, ambisisus, dan materialis. 

Sebagian orang mengasosiasi label-label kepribadian ini dengan terbuka, tapi tak banyak pula yang menghindar dari label tersebut karena dianggap tidak relevan. Kalau kalian, gimana?

Tidak ada yang benar-benar yakin kapan horoskop pertama kali muncul di dunia. Alih-alih memuji orang-orang Mesir Kuno dengan menciptakan zodiak pertama, tetapi tak sedikit pula yang percaya astrologi berasal dari kekaisaran Babilonia kuno. 

Peta Astrologi yang diciptakan oleh masyarakat Timur Tengah yang kuat ini memungkinkan mereka melacak dan memprediksi terulangnya peristiwa langit dan musim.

Penggambaran pertama yang diketahui dari sistem 12 tanda zodiak yang begitu banyak orang kenal saat ini ditmukan pada relief dari Kuil Dewi Mesir Hathor

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline