Lihat ke Halaman Asli

Jandris Slamat Tambatua

TERVERIFIKASI

Mahasiswa Pascasarjana MSDM, Pemerhati Lingkungan, Competency Assessor

Peluang Bisnis Tas dari Ban Dalam Bekas: Inovasi Kreatif Dalam Pemanfaatan Limbah Jadi Cuan

Diperbarui: 21 September 2024   20:44

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Limbah ban dalam dijadikan tas "SEAL" hand made in Japan. (sumber: todofs.wordpress.com/seal)

Ban dalam bekas, khususnya dari kendaraan besar seperti truk, memiliki potensi yang besar untuk diolah kembali menjadi produk yang bernilai tinggi.

Limbah ban dalam bekas seringkali menjadi masalah lingkungan yang sulit diatasi. 

Ban yang terbuat dari bahan karet ini membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai secara alami. 

Jika dibiarkan menumpuk tanpa pengelolaan yang tepat, ban dalam bekas dapat menjadi sumber polusi, baik di darat maupun di perairan. 

Namun, di tangan orang-orang yang kreatif, barang yang tampaknya tidak lagi memiliki nilai dapat disulap menjadi produk yang berguna dan bernilai ekonomi tinggi.

Limbah ban dalam dijadikan tas"SEAL" hand made in Japan. (sumber: todofs.wordpress.com/seal)

Salah satu inovasi tersebut adalah menyulap ban dalam bekas menjadi tas. 

Melalui kreativitas dan kecermatan dalam melihat peluang, para pengrajin telah berhasil mengubah limbah menjadi barang mode yang trendi, fungsional, dan ramah lingkungan.

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak perhatian tertuju pada konsep daur ulang dan upaya pengurangan sampah. 

Berbagai produk yang awalnya dianggap sampah berhasil diubah menjadi produk bernilai guna. 

Salah satu bentuk daur ulang yang menarik adalah pembuatan tas dari ban dalam bekas. 

Limbah ban dalam dijadikan tas "SEAL" hand made in Japan. (sumber: todofs.wordpress.com/seal)

Ide ini muncul sebagai respons terhadap isu lingkungan serta meningkatnya permintaan akan produk-produk berkelanjutan dan ramah lingkungan. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline