Lihat ke Halaman Asli

Disintegrasi di Bumi Pertiwi

Diperbarui: 11 Maret 2018   12:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

sumber ilustrasi: poliklitik.com

Semboyan Indonesia Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda etetapi tetap satu jua, indonesia adalah negara satu-kesatuan yang pastinya memiliki perbedaan baik itu watak ataupun pemikiran. Namun, semua perbedaan itu tak dapat menggeserkan semboyan Indonesia untuk berpecah belah, akan tetapi di sebabkan berubahnya zaman yang serba canggih seperti sekarang ini, Indonesia mengalami disintegrasi sosial, yaitu hilangnya persatuan bisa di katakan sebagai perpecahan.

Dalam Ilmu Sosiologi Disintegrasi di artikan sebagai terpecahnya suatu kesatuan menjadi bagian-bagian kecil. Di dalam buku PKN semboyan Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, Berbeda-beda namun tetap satu jua, sekarang semua itu hanya omong kosong hanya fiktif belaka yang mana yang terjadi sekarang perpecahan penduduk namun bukan kesatuan penduduk, apakah ini yang dinamakan dengan Bhinneka Tunggal Ika?

Menurut kami, sekarang d Indonesia mengalami disintegrasi, iya disintegrasi, yang mana dulunya para tetangga setiap mereka bertemu pasti menyapa pada tetangga yang lain, sekarang mereka di sibukkan oleh kesibukan mereka sendiri dan yang paling utama pada gadget mereka masing-masing. 

Yang paling mecolok, bahwa Indonesia mengalami disintegrasi yaitu pada aliran kepercayaan mereka yang berbeda, dikarenakan aliran satu idak sama pemikirannya dengan aliran yang satu, mereka saling menyalahkan, mereka saling mengaku bahwa yang di percayainyalah yang paling benar, maka mereka saling menumpahkan darah. Juga yang mencolok yaitu pada suporter sepak bola.

Yang menjadi faktor penyebab disntegrasi bangsa adalah kurang adanya rasa nasionalisme yang tinggi, kurangnya rasa toleransi sesama bangsa, campur tangan pihak asing dalam masalah bangsa. Selain faktor beredanya kebudayaan, penyebab disintegrasi bangsa Indonesia juga terpicu oleh sentralisasi pembangunan yang selama ini lebih terfokus pada satu wilayah, sehingga menimbulkan kesenjangan dan kecemburuan dari wilayah lain.

Inilah yang harus kita benahi sekarang, sebagai generasi bangsa yang mempunyai jiwa Nasionalisme kita harus mampu untuk mempersatukan kembali bangsa ini, agar kita sebagai warga negara Indonesia tidak dapat di adu domba oleh pihak lain. Mari kita buktikan semboyan Indonesia menjadi kenyataan, agar tidak hanya di pampang di buku sebagai pelajaran saja, namun di amalkan juga, supaya pencetus Bhinneka Tunggal Ika membuat semboyan tersebut ada gunanya, marilah kita kembali bersatu untuk mewujudkan cita-cita Indonesia untuk menjadi Negara yang lebih maju.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline