Lihat ke Halaman Asli

Iskandar Zulkarnain

TERVERIFIKASI

Laki-laki, ayah seorang anak, S1 Tekhnik Sipil.

Kumagai dan Identitas Bangsa

Diperbarui: 24 Juni 2015   10:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

13739921951997341038

Sore tadi, saya melintas Jalan Provnsi antara Saketi – Malingping, di Provinsi Banten. Jalan Provnsi yang terkenal rusak dan tidak pernah beres direnovasi, sampai didaerah yang disebut Jalupang, adzan Maghrib pun terdengar, itu artinya saya harus segera menepikan kendaraan untuk berbuka puasa. Tengah menikmati buka puasa, saya ngobrol dengan pemilik warung, beliau bercerita, bahwa, Jalan ini, dulu, pernah dalam kondisi baik, dan waktunya cukup lama, ketika jalan itu dikerjakan oleh kontraktor Koreaa Selatan yang bernama Kumagai, tetapi, setelah jalan itu rusak, lalu pengerjaannya dilakukan oleh Bangsa sendiri, jalan itu tidak pernah baik lagi kondisinya.

[caption id="attachment_275588" align="alignnone" width="663" caption="Kondisi Jalan Provinsi Saketi - Malingping, Provinsi Banten (dok. Pribadi)"][/caption]

Apa yang bisa dibuat Bangsa kita pak? Bangsa kita ga bisa buat apa-apa pak, semua gak ada beres, masak tumbal sulam jalan saja, biaya yang dikeluarkan 2 Milyard, padahal material batu yang dibutuhkan berapa sih? Paling 150 truk. Terus kemana sisa uangnya? Benar-benar aroma korupsinya kental, jalan yang ditambal itu, tidak menggunakan aspalt sama sekali, hingga, ketika kelak di hotmik, maka lubang yg mula-mula muncul, pada tempat perbaikan ini. Demikian kata pemilik warung.

Coba liat, kalo Koreaa yang buat, bertahan hingga sekian tahun, tapi, kalo Bangsa kita, hanya dalam hitungan bulan. Begitu juga dengan mobil, HP, Penyanyi, semuanya kalah dengan Koreaa dan Bangsa asing. Masih kata pemilik warung.

Saya terkejut dengan keterangan pemilik warung, inilah jawaban dari banyak pertanyaan saya, mengapa Bangsa ini begitu mengagumi Bangsa asing dibandingkan dengan Bangsa sendiri, apa yang berbau asing, selalu dimaknai dengan sesuatu yang lebih baik dan wahhh. Sekarang saya tahu, kenapa artis yang berwajah Indo lebih memiliki nilai jual dibanding dengan wajah pribumi, Mobil dengan merk asing lebih laku dibanding dengan merk lokal, HP, Laptop dan alat-alat elektronik yang memiliki merk asing lebih laku dengan merk lokal, demikian hingga daging kerbau Indonesia, yang menurut laboratorium ternak di Italia merupakan daging kerbau terbaik di dunia, kurang diminati dibanding Sapi, apa karena sapi dagingnya diimpor dari Negara asing.

[caption id="attachment_275589" align="alignnone" width="663" caption="Kondisi Jalan Provinsi Saketi - Malingping, Provinsi Banten (dok. Pribadi)"]

1373992265100622094

[/caption]

Demikian MCnya (minderheid Complek = inferiority) Bangsa ini terhadap Bangsa asing, hingga ketika tenaga asing datang ke negri kita digaji tinggi, sedangkan Bangsa kita, sudah cukup bangga ketika bekerja di Negara asing dipekerjakan sebagai tenaga pembantu. Apakah semua itu memang demikian adanya, atau sebagiannya merupakan andil para pemimpin kita, yang dengan korupsinya, menghasilkan produk-produk yang tidak sesuai standar mutu yang disayaratkan. Jika demikian adanya, ternyata, korupsi bukan hanya merusak mutu produk yang dihasilkan, tetapi sekaligus merusak cara pandang grassroot tentang kebanggaannya berBangsa…… Wallahu A’laam bish-shawab.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline