Tawa itu kini usai. Lapangan dan jalan itu kini telah dibangun perumahan, menyisakan kenangan yang mendalam. Permainan Benteng tak pernah terlihat lagi semenjak anak-anak bermain handphone. Aku tak pernah menyangka waktu 10 tahun akan berlalu secepat ini. Saat masih kecil, sempat terbesit dalam pikiranku "Sepertinya menjadi orang dewasa hidupnya menyenangkan ya, bisa jalan kesana kemari" Pemikiranku saat itu salah besar. Menjadi dewasa sangatlah tidak enak, memikirkan banyak hal membuat kepala pusing tujuh keliling hingga pemikiran sepele seperti "Seblak ternyata lebih enak tidak pedas". Teman-teman yang dulu sering bertemu sekarang sudah memiliki kehidupannya masing-masing. Entah itu bekerja ataupun kuliah. Tanah berwarna coklat itu menjadi saksi betapa bahagianya aku ketika berlari bermain bola kasti.
Suara dentuman menandakan bola sudah terpukul menjadi memori yang tidak dapat aku lupakan. Kehangatan, kebersamaan, dan ekspresi bahagia selalu berputar seketika dalam otakku. Terimakasih Tuhan aku bisa merasakan masa kecil yang membahagiakan. Foto 10 tahun lalu masih tersimpan di dalam galeri handphone. Makber (makan bersama) selalu dilakukan di depan rumahku, arisan juga pernah diadakan. Ketika mengingatnya ternyata lucu juga ya.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI