Jadi bos yang punya banyak anak buah di sebuah kantor, menurut persepsi banyak orang, pasti banyak enaknya ketimbang tidak enaknya.
Si bos mau apapun juga, tinggal perintah saja. Ibaratnya, bos tinggal duduk manis, semua tugas diselesaikan oleh anak buah.
Paling-paling, tangan bos sedikit pegel kalau lagi banyak surat atau dokumen yang harus ditandatangani.
Selain itu, bos lebih disibukkan oleh makan enak menjamu teman bisnis, atau melobi rekanan sambil main golf.
Tapi, jika seorang bos ingin dicintai oleh anak buahnya, bukan ditakuti, maka bos tersebut harus menjadi bos yang baik hati.
Ada beberapa ciri seorang bos yang baik hati, seperti yang diuraikan berikut ini.
Pertama, mengingat nama semua anak buahnya. Hal ini kelihatannya sepele. Tapi, bagi anak buah menjadi hal yang penting, pertanda bos punya perhatian.
Jika anak buah hanya belasan orang, seharusnya gampang menghafalnya. Tapi jika 100 orang, ya, harus berusaha, umpamanya setiap hari menghafal 10 nama.
Nanti, setelah 10 hari akan hafal semua. Bos tak mau memanggil anak buah dengan "kamu" atau "you" saja.
Kedua, selalu menyapa anak buah saat berpapasan dan menyebut namanya. Jika anak buah sudah tergolong senior pakai "pak" atau "bu".
Jika anak buah tersebut masih muda, pakai "mas" atau "mbak" sebelum menyebut namanya. Atau, langsung sebut nama saja juga tidak masalah.