Darurat Literasi: Apakah Masa Depan Bangsa Ini Berada di Ujung Tanduk?
Di era yang didorong oleh informasi dan konektivitas, literasi merupakan landasan pengembangan pribadi dan masyarakat. Namun, statistik yang mengkhawatirkan mengungkap tren yang meresahkan: banyak negara, terutama di negara berkembang, menghadapi darurat literasi.
Krisis ini tidak hanya mengancam potensi individu tetapi juga membahayakan stabilitas dan kemajuan bangsa di masa depan. Pertanyaannya muncul: apakah masa depan negara-negara ini benar-benar berada di ujung tanduk? Artikel ini membahas darurat literasi, mengkaji penyebab, konsekuensi, dan solusi potensialnya.
Keadaan Literasi Saat I
Statistik Literasi Global
Menurut UNESCO, sekitar 773 juta orang dewasa dan kaum muda di seluruh dunia tidak memiliki keterampilan membaca dan menulis dasar.
Akses yang tidak memadai terhadap pendidikan dan kualitas sekolah yang bervariasi merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap statistik ini.
Negara-negara berkembang terkena dampak secara tidak proporsional, dengan penduduk pedesaan menghadapi tantangan terbesar.
Angka-angka ini menunjukkan krisis global yang memerlukan perhatian segera. Namun, urgensi tersebut khususnya terasa di wilayah-wilayah tertentu, di mana implikasi dari rendahnya literasi meluas melampaui kemampuan individu hingga pembangunan nasional.
Penyebab Darurat Literasi
Hambatan Sosial Ekonomi