Lihat ke Halaman Asli

IrfanPras

TERVERIFIKASI

Narablog

Kandaskan Roma, AC Milan Kembali Menang Melawan Tim Besar Serie A

Diperbarui: 29 Juni 2020   12:36

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Milan kalahkan Roma dengan skor 2-0 Minggu (28/6) malam WIB. | foto: twitter @acmilan

Minggu (28/6) malam tadi jadi malamnya Milanisti. Semalam, AC Milan sukses kandaskan perlawanan AS Roma di San Siro dalam lanjutan giornata 28 Serie A Italia. Alessio Romagnoli dkk. berhasil menang atas Roma dengan skor 2-0.

Semua gol Milan dicetak di babak kedua setelah kedua tim mengalami kebuntuan di babak pertama. Terus menguasai pertandingan, Milan baru berhasil membobol gawang Roma di menit ke-76 melalui kaki Ante Rebic. Kemelut terjadi di depan gawang Roma setelah Mirante gagal menepis tendangan Kessie dengan baik, bola muntah mengarah bebas ke Rebic yang berdiri tanpa kawalan.

Tapi, seperti biasa, anak asuhan Stefano Pioli justru kendor setelah unggul 1-0. Untungnya malam itu Roma sedang bermain buruk dan dewi fortuna lebih berpihak kepada Milan. Melalui serangan balik cepat yang dimotori Theo Hernandez, Milan berhasil menambah keunggulan di menit ke-89.

Theo yang melakukan overlap ke sisi kanan pertahanan Roma dilanggar di kotak penalti. Hakan Calhanoglu yang jadi eksekutor sukses menyelesaikan tugasnya. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 2-0 untuk keunggulan Milan.

Menurut analisis SempreMilan, berkat formasi 4-2-3-1 ala Pioli membuat Milan lebih menguasai pertandingan. Sepanjang laga, Milan menguasai bola hingga 56% dengan 11 kali percobaan tendangan ke arah gawang Roma dimana 7 diantaranya on target. Sementara Roma hanya mencatat 4 tendangan dan hanya 2 yang mengarah ke gawang Donnarumma.

Kunci kemenangan Milan ada pada pergantian pemain di babak kedua. Di menit ke-54 Pioli memasukkan Paqueta dan Saelemaekers menggantikan Bonaventura dan Castillejo yang tampil under perform di laga ini. Pergantian ini terbukti sukses, serangan Milan jadi lebih tenang, tidak grasa-grusu dan punya arah yang jelas.

Gol pertama Milan juga tak lepas dari peran Paqueta dalam build up serangan serta Saelemaekers yang memberi umpan ke Kessie yang tendangannya gagal ditepis dengan baik oleh Mirante yang membuat Rebic dengan mudah menyapu bola liar di muka gawang Roma.

Selain itu, kunci keberhasilan Milan meredam serangan Roma ada pada duet bek Romagnoli dan Kjaer. Berdasarkan analisis MilanData, Simon Kjaer sukses memblok 2 tendangan pemain Roma dan membuat 4 clearances. Hal ini jugalah yang membuat Donnarumma mencatat clean sheets-nya yang ke-11 musim ini, terbanyak dibanding kiper lain di Serie A.

Menurut analisis Sempre Milan, dengan rating 8, Ante Rebic layak dapat gelar Man of The Match (MOTM). Sementara itu menurut Whoscored, MOTM malam itu adalah Theo Hernandez dengan rating 7.98, membuat 2 umpan kunci, dan tentunya ialah penyebab Milan dapat penalti di akhir babak kedua.

Apapun itu AC Milan memang layak menang, namun kepada DAZN pelatih Roma mengaku kemenangan Milan itu merupakan hadiah dari timnya. Fonseca frustasi dengan kekalahan timnya dan menyebut Milan beruntung karena hampir sepanjang laga Roma lebih menguasai pertandingan. Hmm... tapi statistik dan hasil akhir sudah membuktikan segalanya bukan?

Proses terjadinya gol pertama Milan oleh Ante Rebic. | foto: Getty Images/Pier Marco Taccavia via DetikSports

Kemenangan pertama melawan tim 6 besar
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline