Lihat ke Halaman Asli

Eko Irawan

Pegiat Sejarah, Sastra, Budaya dan Literasi

Menembus Batas Ala Sigarda

Diperbarui: 26 September 2023   12:19

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokpri Sigarda malang

Menembus Batas Ala Sigarda
Ditulis oleh : eko irawan
(Pegiat Sejarah Museum Reenactor Ngalam)

Ada sebuah kegiatan yang menarik untuk diikuti yaitu Kemah Budaya Sigarda Indonesia 2023 yang diselenggarakan pada tanggal 2-3 September 2023. Kemah Budaya menjadi agenda tahunan Sigarda Indonesia. Pada tahun 2023 ini,  Daerah Perwakilan Yogyakarta menjadi tuan rumah penyelenggara mengusung tema  "JELAJAH LEMBAH BOKO", diikuti oleh para peserta yang berasal dari Denpasar, Situbondo, Jember, Ponorogo, Sidoarjo, Surabaya, Malang, Pasuruan, Karanganyar, Semarang, Batang, Kebumen,  Yogyakarta, Kulon Progo, Sleman,  Kuningan, Garut, Subang, Bandung, Tangerang, Bogor, Jakarta, dan  Pekanbaru.
Berikut beberapa dokumentasi kegiatan Kemah Budaya Sigarda

Dokpri Sigarda Indonesia 2023

Dokpri Sigarda Indonesia

Dokpri sigarda indonesia

Mengenal Sigarda Indonesia

Saya mengenal Sigarda sebagai komunitas yang membuat grup di Facebook. Dalam grup ini saya bergabung sejak 11 April 2021. Apa itu sigarda? Sigarda Adalah Sinau Cagar Budaya. Yang membuat saya tertarik gabung di grup ini adalah kesempatan belajar bersama tentang hal Ikhwal seputar cagar budaya di Indonesia. 

Komunitas di Facebook ini mampu menembus batas ala Sigarda, artinya anggota dari Sigarda ini tidak melulu satu kelompok atau satu hobby saja. Latar belakang anggota Sigarda berasal dari berbagai lapisan profesi, yaitu dari para pejabat, profesor senior, dosen, praktisi, pengurus museum, guru, mahasiswa, pegiat cagar budaya lokal hingga orang biasa yang punya kepedulian terhadap cagar budaya.

Kita sering mendengar retorika tentang penyelamatan dan pelestarian cagar budaya, namun bentuk dan wujud pergerakan hanya pada tataran seremonial. Saya salut banget dengan komunitas ini, karena mampu mendatangkan mereka yang nota Bene para petinggi, bisa ikut guyub rukun bersama para pegiat cagar budaya tanpa ewuh pakewuh. Diskusi yang terbangun sangat nyaman dan saling menghargai. 

Kita sering melihat grup grup di Facebook yang lain cenderung berisi guyonan belaka, kadang tidak mentradisikan pembelajaran hingga anggota yang ada, tidak memperoleh ilmu bermanfaat yang diharapkan diperoleh dari komunitas tersebut. Kadang yang dianggap senior malah membully yang bertanya dan sangat pelit ilmu. Seolah ilmu tersebut eksklusif khusus hanya dia sendiri yang paling tahu dan paling elit. Hal hal seperti ini tidak terjadi di Sigarda, karena sigarda mampu membangun komunikasi setara dan seimbang tanpa membosankan. Salah satunya adalah kopi darat dengan bertemu langsung person person yang selama ini hanya chat di dunia Maya. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline