Lihat ke Halaman Asli

Ira Lathief

TERVERIFIKASI

A Friend for Everybody, A Story Teller by Heart

Wisata Kampung Nelayan Cilincing, Melihat Sisi Lain Jakarta yang Tak Hanya Gemerlap

Diperbarui: 21 November 2016   20:19

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokumentasi Pribadi

“Nenek moyangku orang pelaut .. gemar mengarungi luas samudra … menerjang ombak tiada takut … menempuh badai sudah biasa”

Sebagai warga Jakarta yang bekerja sebagai Tour Guide dengan spesialisasi untuk Food Tour, saya sering membuat rute rute wisata kreatif untuk mengeksplorasi berbagai tempat di Jakarta. Namun saya mengamati Wisata Pesisir di Jakarta, belum banyak di ekplorasi padahal perkembangan kota Jakarta mempunyai sejarah yang cukup erat dengan laut.

Karena itulah, beberapa waktu lalu saya bersama Jakarta Food Adventure menggagas sebuah Food Tour ke kawasan Cilincing, Jakarta Utara, untuk menjelajahi kehidupan di Kampung Nelayan sekaligus mengeksplorasi kelezatan kreasi makanan olahan. Saya ingin mengajak peserta tur untuk melihat lebih dekat gimana kehidupan orang-orang di pesisir Jakarta yang hidup dari laut, karena Jakarta bukan cuma tentang gemerlap kota saja.

cilincing2-5832f35af0967365048b4595.jpg

Tur ini sendiri diikuti oleh 25 orang peserta tur, juga beberapa rekan rekan media dari Televisi dan surat kabar nasional. Sebagian besar peserta Tur adalah warga Jakarta, yang walaupun sudah berpuluh tahun tinggal di Jakarta, tapi belum pernah sekalipun menginjakkan kaki ke Kampung Nelayan Cilincing.

Daftar tempat tempat yang dikunjungi dalam tur ini adalah Tempat Penjemuran Ikan Asin, Tempat Pembersihan Kerang Hijau, Kelas Belajar Oky, Pasar Ikan, Krematorium Cilincing, Kampung Nelayan , dan beberapa tempat ibadah bersejarah di pesisir laut Cilincing (Mesjid Al Alam, Vihara Lalitavistara, Pura Segara), serta di akhiri dengan menikmati aneka makanan laut di sebuah Restoran Seafood.

Saya membuka Tur dengan menyanyikan sepenggal lirik lagu “Nenek Moyangku orang Pelaut”, sambil menceritakan kepada peserta Tur bagaimana nenek moyang orang Indonesia pernah berjaya di laut sejak belasan abad lalu. Food Tour ke Kampung Nelayan Cilincing ini saya adakan juga sebagai upaya mempromosikan wisata pesisir yang lekat dengan kehidupan laut.  

Penjelajahan awal  Tur kami dimulai di SMK 36 yang merupakan satu satunya  SMK dengan spesialisasi Ilmu tentang Kelautan di Jakarta.  Di tempat ini kami berkesempatan bertemu dengan beberapa siswa/i dari Jurusan Budidaya Hasil Laut, yang menunjukkan produk produk olahan hasil ikan buatan mereka, seperti Otak Otak Ikan, Baso Ikan, Minuman Rumput Laut dll, yang ramai diborong oleh para peserta Tur.

cilincing3-5832f37ccf7a6193108b4579.jpg

(peserta Tur memborong produk olahan laut buatan siswa siswi SMK 36)

Tempat kedua yang kami kunjungi adalah Pusat Pengeringan Ikan Asin, yang merupakan pusat  pengeringan Ikan asin terbesar kedua di Jakarta selain di Muara Angke. Ikan Asin merupakan salah satu sumber kalsium di samping susu dan sayuran, dan banyak digemari oleh keluarga Indonesia untuk dijadikan berbagai olahan masakan. Proses Pengolahan Ikan Asin di Cilincing masih dilakukan dengan cara tradisional, yaitu dijemur berhari hari dengan mengandalkan sinar matahari. Teknik pengasinan tradisional ini dipercaya menghasilkan kualitas ikan asin yang lebih baik daripada yang menggunakan teknologi modern (oven). Saat mengunjungi Tempat Pengolahan Ikan Asin ini, para peserta Tur ramai ramai memborong beli Ikan Asin hingga berkilo kilo.

cilincing4-5832f38f98937349098b458e.jpg

cilincing5-5832f3a1537b6198058b4586.jpg

Lalu kami beranjak ke tempat kunjungan kedua, yaitu Tempat Pengupasan Kerang Hijau. Kerang hijau (Perna Viridisi) merupakan hasil laut yang menjadi andalan sebagian besar nelayan di Cilincing. Kerang hijau diperoleh para nelayan dengan cara penangkapan alami atau hasil budi daya. Teluk di sekitar Cilincing banyak dijadikan lokasi pembudidayaan kerang hijau yang dilakukan dengan teknologi sederhana. Kerang Hijau atau dikenal juga sebagai Kijing memiliki nilai ekonomis dan kandungan gizi yang sangat baik untuk dikonsumsi. Kandungan gizi pada kerang hijau sebanding dengan daging sapi, telur maupun daging ayam. Kerang Hijau yang banyak dijajakan oleh pedagang keliling di wilayah Jakarta, banyak yang berasal dari Cilincing. Di tempat ini, saya mengajak para peserta Tur untuk mencicipi olahan Kijing yang telah diberikan bumbu kunyit yang lezat.

cilincing6-5832f3b332977337048b456c.jpg

(tempat pengupasan kerang hijau)
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline