Lihat ke Halaman Asli

Indrian Safka Fauzi

Praktisi Kesadaran Berketuhanan, Kritikus Fenomena Publik dan Pelayanan Publik. Sang pembelajar dan pemerhati abadi. The Next Leader of Generation.

Puisi Makna: Ilmu Laduni Baginya

Diperbarui: 26 Agustus 2022   07:38

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Laduni (Sumber: Freepik, Hasil olahan Pribadi)

Selamat pagi Sahabat Kompasianer dan Readers~ Mau bikin puisi sarat ilmu deh~ Heheheh!

Selamat Membaca!

Sang Pemuda dari sebuah kota dikelilingi 7 puncak gunung, selalu mendapatkan terawangan dari Tokoh Agama dan Spiritual, bahwa dirinya kelak akan menjadi orang besar. Karena terlihat bakat-bakat dan ciri seorang yang berkarunia Ilmu Laduni. Lalu ia mengisahkan hidupnya dalam bait-bait puisi.

Universitas Langit...
Santri langit...
Anak langitan...
Begitulah orang berilmu...
Menyebutnya...

Ilmu laduni...
Ilmu tingkat tinggi...
Dambaan seluruh insan...

Ilmu Laduni baginya...
Sang anak penuh karunia...
Bukan karena bakatnya...
Belaka...
Melainkan karena...
Perjuangan...
Menjaga kesucian...
Hati yang terjaga...

Bebas dari angkara murka...
Bebas dari dengki meraja...
Bebas dari dusta terucap...
Bebas dari dendam kesumat...
Bebas dari keras arogan...
Kritikan diterimanya...
Dengan lapang dada...

Ilmu Laduni baginya...
Karena tekad membaja...
Dedikasi bagi umat...
Tanpa keluh kesah...
Melainkan...
Semangat...
Pengabdian...
Ketulusan...
Berharap...
Semua Manusia...
Dan Makhluk-Nya...
Dan Alam semesta...
Berbahagia...
Karena...
Hadirnya...

Siapapun bisa...
Meraih ilmu Laduni...
Jika melaksanakan...
Amalan diatas...

Bukan karena...
Ingin dianggap...
Orang hebat...

Bukan karena...
Pengakuan...
Yang dikejar...

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline