Lihat ke Halaman Asli

H.I.M

TERVERIFIKASI

Loveable

Hadirnya Bahasa Jaksel dan Menangisnya Guru Bahasa Indonesia

Diperbarui: 14 Januari 2022   02:41

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi bahasa gaul.| Sumber: hai.grid.id

"Pacar gue tuh older than me tapi kelakuan dia tuh childish banget. Gue confuse ngadepin dia"

Saya geleng-geleng kepala mendengar percakapan mirip seperti itu saat di cafe, transportasi umum atau tidak sengaja berada di gerombolan anak muda gaya dialog anak Jakarta Selatan (Jaksel). 

Sebelum gaya bahasa campuran Indonesia dan Inggris populer di kalangan anak muda khususnya anak muda Jaksel, guru Bahasa Indonesia semasa sekolah dulu sudah mewanti-wanti akan muncul fenomena ini. 

Anak Muda Nongkrong di Cafe | Sumber: IDN Times

Kelak, orang tidak akan lagi berkomunikasi sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) namun akan banyak bahasa campuran. Gaya bahasa ini justru akan menjadi kemunduran dari Bahasa Indonesia. 

Kini seakan terbukti. Bahaya campuran seperti ini begitu populer atau bahkan dianggap lebih bangga bisa berkomunikasi campur bahasa.

Vicky Prasetyo memiliki andil cukup besar mempopulerkan gaya bahasa ini. Bahkan ada istilah vickinisasi, di mana seseorang berusaha memadukan bahasa serta mempergunakan istilah tidak lazim dalam berkomunikasi. 

Pola Komunikasi dan Gaya Hidup Ala Jaksel | Sumber: Instagram @Kekomukan

Wajar jika saya membayangkan guru Bahasa Indonesia menangis melihat fenomena ini. Mereka berusaha keras mengedukasi para siswa cara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tidak hanya itu dulu guru saya menganjurkan penggunaan istilah tepat ketika berkomunikasi. 

Kini seakan runtuh justru disebabkan oleh generasi muda yang katanya "anak gahoel jaman now".

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline