Lihat ke Halaman Asli

#6 Klaim Versus Klaim, Benar vs Salah atau Salah vs Salah?

Diperbarui: 7 Desember 2015   23:18

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Bicara tentang pro-kontra yang terjadi, kita hanya saling KLAIM.... Ya..sekedar saling KLAIM, memang sulit sekali untuk tahu mana yang benar dan mana yang salah, karena yang PERSIS TAHU hanya si pelaku sendiri dan TUHAN. Wong terkadang istri kita sendiri saja belum tentu tahu persis suaminya seperti apa..............

Saya sendiri meng-KLAIM bahwa pemerintah selama ini sejak awal kemerdekaan sampai sekarang, masih jauh sekali dari yang namanya BECUS dalam mengelola negara. Kenyataannya kita masih tertinggal jauh dibandingkan negara tetangga yang merdeka belakangan...

Cita cita berbangsa dan bernegara untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, kesemuanya itu MASIHLAH JAUH DARI HARAPAN...

Karenanya saya mengKLAIM bahwa negara ini memang penuh dengan MAFIA. Orang yang beritikad baik sekali-pun akan sulit berkutik, karena para MAFIA bisa mengubah keadaan, bisa mengubah opini sekehendak hati mereka....

KLAIM yang besar membutuhkan banyak fakta untuk membuktikannya. Hal ini tidaklah mudah, apalagi bagi seorang yang hanya rakyat biasa, tidak punya kekuatan politik, tidak punya backing. Tentunya suatu hal yang ajaib jika bisa melakukannya...

Tapi ada satu hal yang tidak bisa dibohongi, yaitu RASA

ketika kita melihat seorang nenek tua miskin yang mencuri kakao, ternyata tanpa disangkanya akan berbuntut panjang. Si nenek harus menghadapi pemeriksaan dari aparat polisi. Proses hukum terus berlanjut sampai akhirnya dia harus duduk sebagai seorang terdakwa kasus pencuri di Pengadilan Negeri Purwokerto. Hakim menjatuhkan vonis sembari menangis. Ada RASA yang menyayat tentunya. Vonis terpaksa diberikan 1 bulan 15 hari dengan masa percobaan selama 3 bulan. Nenek Minah dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 362 KUHP tentang pencurian.

"Kasus ini kecil, namun sudah melukai banyak orang," ujar Muslih sang pengadil.

Ya, hukum memang harus ditegakkan. Jika nenek tua melarat-pun tidak mendapat pengecualian apalagi untuk pejabat negara. Jika memang per-mafia-an memang akan digilas secara serius, tentunya tidak cukup gaduh sampai di sini. Harus terus berlanjut, sampai ada yang menjadi pesakitan karena ulahnya sendiri. Kalau perlu, utus mereka menghadap para pendiri bangsa di alam sana. RASA ini tidak ikhlas kalau kasus ini menguap begitu saja.

BERSIH-BERSIH.... ya, harus bersih-bersih. Mau kapan lagi. Cukup kita yang merasakan hidup lama di negeri Mafia, jangan sampai anak cucu keturunan kita juga merasakan hal yang sama.

Tapi, negara ini memang butuh banyak keajaiban untuk bisa berbenah, semoga saat sekarang inilah keajaiban itu didatangkan Tuhan.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline