Lihat ke Halaman Asli

Indi Anggesti

Mahasisiwi

Gaya Kepemimpinan 7 Presiden Republik Indonesia

Diperbarui: 27 Oktober 2021   08:57

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Gaya kepemimpinan adalah perilaku dan strategi yang dihasilkan dari kombinasi filosofi, keterampilan, sifat, dan sikap yang sering digunakan seorang pemimpin untuk mencoba mempengaruhi kinerja bawahannya.

Adapun gaya kepemimpinan 7 presiden Republik Indonesia, sebagai berikut:

1. Dr. Ir. H. Soekarno (Bapak Proklamator, 1945-1967)

Presiden Pertama Indonesia ini dikenal sebagai orang yang berwatak eksplosif, namun bisa menularkan semangat agung kepada orang lain. Soekarno tidak hanya kharismatik dan otoriter, tetapi juga seorang sarjana dan ideolog. Soekarno melakukan pengorbanan besar untuk Indonesia, terutama di mana ia berhasil membebaskan Indonesia dari belenggu penjajahan dan mencapai kemerdekaan.

Dilihat dari gaya kepemimpinannya, Soekarno tidak diragukan lagi termasuk dalam kelompok pemimpin bergaya karismatik yang memiliki pesona, wibawa, dan energi yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain terhadap pengikutnya. Soekarno sangat mahir mengubah persepsi orang lain, sehingga mereka menjadi seperti dia dan bisa membuat mereka mengikuti perintah dan keinginannya dengan suka cita.

Namun dibalik kelebihan yang dimilikinya, Soekarno memiliki kelemahan. Salah satunya, Soekarno adalah sosok yang kurang ulet dalam mengambil keputusan dalam situasi kritis. Hal ini tergambar dalam kasus G30 S/PKI yang merajalela di bawah kepemimpinan Soekarno.

2. Jendral TNI H.M. Soeharto (Bapak Pembangunan, 1967-1998)

Pemerintahan Presiden Soeharto dikenal sebagai zaman orde baru. Kualitas kepemimpinan yang baik dan menonjol dari Presiden Soeharto adalah keberanian, kesederhanaan dan kemampuan untuk mengambil inisiatif dan keputusan yang konsisten dalam semua keputusan yang dibuat.

Gaya kepemimpinan Presiden Soeharto merupakan perpaduan antara gaya kepemimpinan proaktif, ekstraktif dan antisipatif adaptif yang mampu menangkap peluang dan mengidentifikasi tantangan yang berdampak positif serta memiliki visi ke depan dan perlunya langkah penyesuaian secara sadar. Selanjutnya gaya kepemimpinan yang diusung oleh Soeharto dikenal juga dengan gaya kepemimpinan otoriter.

Keberhasilan Soeharto saat menjabat adalah berkontribusi pada pembangunan sekolah, infrastruktur, fasilitas umum dan layanan publik. Beliau juga berkontribusi dalam pengembangan transportasi umum seperti PT. KAI, PT. PAL, PT. PINDA. Di sisi lain Soeharto memiliki kelemahan yaitu ia dikritik atas sikap diktator, penangkapan aktivis hak asasi manusia, pembunuhan massal tahun 1965, operasi militer di Aceh dan keterlibatannya dalam kolusi, korupsi dan nepotisme.

3. Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie (Bapak Teknologi, 1998-1999)

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline