Lihat ke Halaman Asli

Indah Dwi Rahayu

Semesta Membaca Tinta yang Tertoreh

Jangan Dipersulit! Ini Keuntungan buat Negara Bila Mendukung Industri

Diperbarui: 21 Oktober 2021   13:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kawasan industri. Sumber foto: jiipe.com

Perindustrian berperan dalam meningkatkan perekonomian negara lewat PDB (Pendapatan Domestik Bruto) nasional. Selain konsistensi sumbangsihnya terhadap PDB nasional, kontribusi perindustrian dapat terlihat pada capaian nilai investasi serta ekspor. Tidak hanya meningkatkan PDB, nilai ekspor, maupun nilai investasi saja. Perindustrian juga berperan menciptakan efek pengganda (multiplier effect) terhadap pendapatan, output, serta tenaga kerja di Indonesia.

Kita ambil contoh pada sektor industri manufaktur atau pengolahan 2020 lalu. Rp272,9 triliun adalah nilai investasi sektor industri kita, nilai ini meningkat dibandingkan 2019 yang hanya sebesar Rp216 triliun. Dan, dalam rentang periode Januari-Juni 2021, nilai investasi di sektor manufaktur tercatat di angka Rp167,1 triliun atau naik 28,94% dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Untuk nilai ekspor sektor industri manufaktur sendiri telah mencapai US$131,13 miliar atau setara dengan Rp1,8 kuadriliun  berkontribusi sebesar 80,30% dari total ekspor nasional. Fakta terungkap apabila kita berbicara tentang besaran nilai ekspor industri manufaktur. US$102,87 miliar atau Rp1,4 kuadriliun adalah total nilai ekspor selama Januari hingga Juni 2021.

Jika kita tarik mundur kembali ke belakang, pada 2018 Indonesia tercatat memiliki rekor PDB tertinggi di ASEAN dalam sektor industri manufaktur. Andil US$39.7 miliar atau sekitar Rp560 triliun menjadi besarnya nilai PDB kita saat itu. Bahkan di masa pandemi Covid-19, sektor industri manufaktur masih berkontribusi US$81,06 miliar atau Rp1,1 kuadriliun.  Dapat dipastikan, hal ini turut menambah pertumbuhan ekonomi nasional kita. Tentu saja masih ada kontribusi sektor industri lainnya selain dari sektor industri manufaktur.

Pemerintah Indonesia juga memerhatikan daya saing global Indonesia dan menjadi  agenda penting pemerintah. Competitiveness Industrial Performance (CIP) Index 2020 melaporkan adanya perbaikan peringkat daya saing manufaktur Indonesia yang berada pada urutan 39 dunia.

Ketika kita membahas tentang industri manufaktur Tanah Air, sulit rasanya bila kita mengabaikan keberadaan dan peran Kawasan Industri (KI). Seperti saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. KI berperan besar dan signifikan dalam menopang industri manufaktur atau pengolahan. Sebagaimana halnya yang telah kita bahas, industri manufaktur berperan sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini, sektor yang dapat memobilisasikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh yaitu manufaktur. Dan, sektor ini tumbuh besar di kawasan industri.

Lalu, apa peran kawasan industri bagi industri manufaktur? Lahan industri yang clear and clean dari problem lahan dan tata ruang, penyediaan infrastruktur dan prasarana dasar untuk mendukung proses produksi, hingga menyediakan lingkungan usaha dan investasi yang aman serta nyaman bagi investor. Semua hal tersebut saling bersinergi satu sama lainnya dan berperan penting dalam keberlanjutan industri manufaktur di dalam sebuah kawasan industri.

Di Indonesia, karakterisasi kawasan industri terbagi dua. Kawasan industri yang berada di Pulau Jawa dan di luar Jawa. Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Dody Widodo mengungkapkan karakter KI di Pulau Jawa lebih ditekankan pada industri yang berbasiskan teknologi tinggi, hemat air, dan tenaga kerja. Di luar Jawa, berdasarkan pada sektor industri yang bersifat hilirisasi atau pemberian nilai tambah dalam pengolahan sumber daya alam, dan sebagai pendorong pengembangan pusat ekonomi baru.

Begitu besarnya kontribusi industri untuk negara dan keuntungan jika semua lapisan masyarakat di Indonesia turut menjaga iklim investasi industri. Namun yang terjadi di lapangan, fakta mengungkapkan bahwa tidak sedikit kasus penjegalan terhadap para pelaku industri. Baik oleh "oknum" penguasa yang beraksi sendiri demi keuntungan pribadi atau sistem birokrasi yang masih merumitkan.

Padahal, jika para pelaku industri tidak dipersulit dan justru didukung dalam pengembangannya, seperti menghubungkan kepada calon investor hingga memfasilitasi sarana dan prasarana yang dibutuhkan industri dan investor, maka ujung-ujungnya negara lah yang untung.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline