Lihat ke Halaman Asli

Imansyah Rukka

Kemuliaan Hidup bukan hanya sekedar rutinitas namun bagaimana bisa mermanfaat bagi umat manusia dan alam semesta

Kaki Bukit Sapa Bintoeng, Suatu Senja

Diperbarui: 17 Juni 2015   15:52

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

141787855356737907

Tak tahu, mengapa
Tatkala merenungi langit senja,
Aku teringat untaian kata-kata yang pernah kuungkapkan pada seorang pemuda petani di Desa itu,

“Saat senja merah merona mempesona, saat itu pula getar Ke-Ilahian selalu ingin hidup selamanya..”

Pahamkah Kau sobatku, jika sastra yang kungkapkan itu terbetik bagaikan peribahasa kesejatian seorang manusia yang selama ini selalu merindukan Sang Penciptanya.

[caption id="attachment_381078" align="aligncenter" width="300" caption="Suatu senja merona di kaki bukit Sapa Bintoeng, Kab. Bantaeng"][/caption]

Aku bukan apa-apa, bukan siapa-siapa ketika menatap Maha Cinta-Mu", ungkapku dalam hati ketika memandangi senja itu.

Dan terkadang, ketika kita tak mampu masuk dan berada dalam singgasanaNya,
bukan berarti kita tak bisa menjadi bagian tak terpisahkan dariNya namun kita berdamai dengan kenyataan

sementara yang lain akan bilang,

“Tataplah senja itu apa adanya, bukan apa yang seharusnya..”

mungkin yang sebenarnya terjadi bahwa :
tiap masa menentukan senjanya sendiri

Namun di akhir-akhir ini
orang mungkin terlalu tak perduli untuk sekadar mengingat kebesaran Ilhai saat senja tiba

atau sebaliknya, mereka akan bilang,
tak ada kata yang pantas kuungkapkan selain senja telah memudar, esok tak tahu mengapa. Entahlah.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline