Lihat ke Halaman Asli

Ida Farida

Mahasiswa UIN Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember

Hijrah Zaman Dahulu Vs Hijrah Zaman Sekarang

Diperbarui: 16 November 2022   17:14

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

HIJRAH DAHULU VS HIJRAH ZAMAN SEKARANG

Artikel ini membahas hijrah zaman dahulu dan hijrah zaman sekarang atau kekinian, Hijrah adalah salah satu tema yang berasal dari khazanah keislaman yang belakangan ini cukup mendapatkan banyak sorotan. Kini, hijrah menjadi tren dan gaya hidup. 

Dikalangan warga Indonesia fenomena-fenomena tentang hijrah seperti ini tentunya baru-baru muncul bahkan di kalangan artis, pebisnis dan sampai kalangan mahasiswa bahkan masih banyak lagi, Gerakan ini juga diikuti dengan maraknya pengguna media social.

Dimana pesan-pesan atau konten-konten hijrah didapat oleh para pelaku hijrah kebanyakan memang awalnya dari media social. Namun makna Hijrah itu sendiri secara menarik memunculkan beberapa definisi yang berbeda. Apasih bedanya hijrah zaman dahulu dengan hijrah zaman Sekarang?

            Adapun hadits tentang hijrah yaitu:

: : " -- : -- "

Dari Sahabat Umar bin Khaththab r.a. berkata, "Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda, 'Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya dan sesungguhnya setiap orang itu akan mendapatkan apa yang dia niatkan. 

Barang siapa hijrahnya kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena perempuan yang hendak dinikahinya maka hijrahnya sesuai ke mana dia hijrah.'" (H.R. Bukhari & Muslim)

 Hijrah bukanlah istilah  baru dalam Islam. Hijrah dilaksanakan ketika Islam mulai menerapkan gerakan tersebut. Hijrah pada masa lalu adalah hijrah fisik yang  mengharuskan seseorang meninggalkan tempatnya dan pindah ke tempat lain demi keselamatan dan keamanan. Peristiwa Hijrah yang cukup terkenal di kalangan masyarakat, tentu bukan  kali pertama sejumlah besar  umat Islam  di Mekkah kemudian berhijrah ke Madinah secara bertahap. Eksistensi hijrah semakin hari semakin dikenal banyak orang.

Apalagi dizaman modern ini. banyak orang yang memunculkan kembali atau menghidupkan kembali tradisi tersebut, kepribadian dan perilaku yang terbawa berpindah dari tempat dan adat sebelumnya. Ini menimbulkan pertanyaan, apakah ini bisa disebut hijrah atau perubahan kebiasaan?

Menurut Ahsin W. Al-Hafidz, Hijrah berarti berpindah dari satu daerah ke daerah lain. Berdasarkan apa yang disebutkan Ahsin W. Al-Hafidz, Hijrah dapat diartikan sebagai "meninggalkan". Dalam praktiknya, Hijrah lebih berorientasi pada perpindahan fisik yang mana hal tersebut Rasulullah saw. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline