Lihat ke Halaman Asli

Akhmad Husaini

TERVERIFIKASI

Ditakdirkan tinggal di Selatan : Desa Angkinang Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. Memiliki kesenangan jalan-jalan, membaca, dan menulis.

Puisi | Nestapa Memadu Ringkih Terpaut Dendam

Diperbarui: 9 Maret 2020   09:34

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Bentang keinginan merajam tawa seketika
sangka poranda penuh geliat gontai
anggap saja semua berulang sengketa merona
puitis irama hati senandung bakti
enak sekali hidupmu tanpa beban
ragam karakter seorang dalam kehidupan

Nestapa memadu ringkih terpaut dendam
suka melupa senyum dan kesopanan
ada masa cuek tanpa memberi respon
dengan kegairahan alasan menata
tak menegur karena merasa tinggi hati
tak menyapa kesan malu dirasa
menyapa karena sudah saling terbiasa

Menegur wacana ingin cari perhatian
kadang hadir ragam perasaan gulana
memendar segala asa terasa kian paksa
menuliskan mimpi dalam kesenangan pasti
sunyi memantik arti gemulai intonasi
saling menyapa aturan kelindan kondisi

Ingin selalu merasakan kenangan nyata
ritus kemesraan menaut selera pinta
tak ingin orang lain melebihi dalam segala hal
merasa tak nyaman karena gemuruh ego
hidup disini bukan urusan malam saja
kau bisa meronta kemungkinan tiada tara

Kandangan, 9 Maret 2020

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline