Sangkut, seorang sprinter jasa kurir berteriak nyaring dari depan rumah. Suara teriakannya akrab hingga menjangkau ke telinga saya bersama paket barang. Saya mengambil minuman kaleng dingin untuknya melepas peluh. Lumayan menolongnya istirahat sejenak dari terik matahari dan tumpukan paket yang masih harus ia antarkan.
Lalu, Sangkut pun mengulurkan tangan memberikan paket pesanan belanja online beberapa hari lalu. Cepat dan rapi bungkusan barangnya.
Saya melirik ke arah belakang motornya. Masih banyak paket konsumen lain yang perlu diantar hari itu juga. Cukup panjang perjalanan kilometer jalanan Palembang. Ditambah terik matahari atau hujan deras tetap harus tiba di depan rumah konsumen.
Perubahan Gaya Hidup Belanja
Rata-rata barang yang diantar adalah hasil berburu promo belanja online yang semakin mempermudah hidup di era industri 4.0 saat ini. Kita tidak perlu ke luar rumah, cukup lewat genggaman smartphone sudah bisa membeli barang yang diinginkan.
Berbagai macam kebutuhan manusia telah banyak didukung internet dan dunia digital sebagai wahana interaksi dan transaksi.
Sadarkah kita hidup di era industri 4.0, dimana interaksi manusia diwarnai dengan perpaduan teknologi yang hampir mengaburkan batas antara bidang fisik, digital dan biologis.
Perubahan akan menjadikan hal baru. Menggantikan yang lama bahwa setiap perubahan besar akan diikuti oleh perubahan besar dalam bidang lainnya, termasuk logistik.
Melihat di setiap Revolusi Industri, semula tampak begitu lama, sulit, dan mahal mendadak jadi mudah, cepat dan murah. Perlahan perubahan secara fundamental dapat mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berhubungan satu sama lain.
Masalah Dalam Logistik di Indonesia
Gejala transformasi bisa kita rasakan. Saat ini beberapa model bisnis dan pekerjaan sudah terkena dampak dari arus era digitalisasi. Toko konvensional yang dulu ramai mulai tergantikan dengan model bisnis e-commerce. Taksi atau ojek tradisional posisinya sudah mulai tergeserkan dengan moda-moda berbasis online.