Lihat ke Halaman Asli

hotdiana nababan nababan

Seorang guru yang ingin berbagi

"Mangarsik" Pariwisata Danau Toba

Diperbarui: 12 November 2021   15:02

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tangkapan Layar Pribadi

Siapa orang Batak yang tak tahu apa itu arsik? Arsik atau mangarsik adalah olahan ikan masak kuning, tetapi ikan kuning orang Batak ini menjadi berbeda karena ada bahan khusus yang dipakai yaitu andaliman, asam cikala, kecombrang dan yang pastinya bawang batak. Bahan dasar tersebut ada dan bersumber dari Tanah Batak, Sumatera Utara.

Mengolah pariwisata Danau Toba itu seperti masak ikan arsik. Danau Toba itu milik orang Batak dan harus orang Batak lah yang pertama mengembangkannya.

Olahan yang paling terkenal dan mudah dilakukan tentunya adalah arsik. Tidak boleh lepas dari bumbu khas Tobanya, maka pengembangan Danau Toba pun tak boleh lekang dari kekhasan Tobanya.

Acungan jempol kepada KEMENPAREKRAF/BAPAREKRAF yang bergiat terus mengembangkan pariwisata Danau Toba dengan seminar internasional yang bertajuk "Heritage of Toba: Natural & Cultural Diversity". 

Konferensi yang digelar TB Silalahi Center, Toba Samosir, Sumatera Utara, pada Rabu, 13 Oktober 2021 ini pun tak lepas dari ciri khas Batak dan Toba.

Seluruh topik seminar teramu dalam bahan dasar arsik yaitu andaliman infrastrukturnya, asam cilaka geologinya, kecombarang agrowisatanya, dan yang pastinya bawang batak panorama budayanya.

Poster Heritage of Toba | Dokumentasi Kompas

Seminar internasional ini berformat hybrid (daring dan luring) dengan partisipan 100 peserta (offline) yang terdiri atas para tokoh masyarakat, pejabat Dinas Pariwisata Provinsi dan Kab/Kota, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi dan Kab/Kota, Asosiasi Usaha Pariwisata (ASITA, PHRI, GIPI, dll).

Hadir pula pelaku wisata, budayawan, seniman, LSM, komunitas gerakan akar rumput pemberdayaan masyarakat, akademisi, mahasiswa, dan media massa dan 200-an peserta online yang pendaftarannya lewat MICE Indonesia. 

Terbentuknya Danau Toba dengan jejak geologinya yang unik mendorong ditetapkannya situs ini sebagai Global Geopark pada 2 Juli 2020 oleh UNESCO pada sidang ke-209 Dewan UNESCO di Paris, Perancis.

Inilah yang melatarbelakangi diusungnya dua elemen penting dalam seminar internasional tersebut yaitu, Kaldera Toba: Menyambung Peradaban Zaman dan Kolaborasi Budaya, Masyarakat, dan Pariwisata Toba.

  1. Andaliman Kesiapan Infrastruktur

Andaliman adalah rempah khas Batak yang pedas menggigit. Orang Batak sering menyebut sensasinya dengan 'bergetar.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline