" Hosh....... Hosh... hosh....haaah....huftt..." gadis dengan khimar dongker itu mulai mengatur nafasnya, sebelum ia memasuki ruang sekretariat unit kegiatan mahasiswa (UKM) "Assalamualikum......" ia mengucap salam sembari menyatukan kedua tangan di dada, menggoyang goyangkannya kedepan dan kebelakang, gayanya persis seperti orang yang sedang sembahyang di kuil. Di ruangan itu terdapat lelaki dan perempuan, ia bersalaman seperti itu hanya pada lelaki, sedang pada perempuan ia bersalaman dengan menggengam erat tangan mereka laksana kolega yang akan diajak bekerjasama.
"kamu kenapa berbeda bersalaman pada laki laki dan perempuan? " seorang senior bermata elang mempertanyakan tindakanya.
Gadis itu baru saja duduk di pangkuan kursi, tertegun, sudut bibirnya naik dengan canggung, matanya berputar seolah berpikir. Ia melihat ke sekeliling orang orang yang sibuk dengan ponsel dan kegiaatan individualnya.
"Mmmmm..... stay halal ka" jawab yang asal, berharap tak ada pembahasan selanjutnya. Namun naas itu adalah awal dari bingung yang membingungkan.
"hmmm.... kan kita juga cuma tos seperti ini gak papa lah" senior itu menunjukan gerak mengepal tangan. Sorot mata elangnya seolah memburu jawaban.
"bukan begitu kak, bukan kah ada batas yang harus kita jaga?" gadis itu mengkerdil bak kelinci.
"batas untuk apa? Batas seperti itu yang akan menimbulkan jarak, ketika ada batas dalam jarak sulit untuk membangun emosional di lingkungan UKM ini, jika ada alasan lain pun, toh saya tidak akan birahi hanya karena tos seperti ini " mulai mencengkram jawaban gadis itu bak mangsa
"eeee ..........saya hanya memperkecil kemungkinan saja" mencoba melepas cengkraman dari sang mata elang.
"tindak tanduk mu berdasar pada paham mana?"
"maksudnya kak?"