Lihat ke Halaman Asli

Hilmi Muzakky

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Potensi dan Risiko Kontrak Derivatif

Diperbarui: 24 Maret 2024   12:09

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Kontrak Derivatif adalah sebuah perjanjian atau kontrak yang dilakukan dua pihak yang nilainya didapat dari aset atau nilai yang mendasarinya. Dan nilai dari kontrak derivatif bergantung pada perubahan nilai aset atau variabel yang menjadi dasarnya. Seperti saham, obligasi, komoditas, mata uang, suku bunga atau bahan indeks.

Tujuan derivatif sendiri adalah untuk lindung nilai (hedging), spekulasi, atau arbitase. Dan derivatif sendiri memiliki beberapa risiko yang signifikan yang berkaitan dengan leverage dan fluktuasi pasar.

Menurut buku Dian Ediana Rae (2008), "Perdagangan Derivatif dan Regulasi Ekonomi di Indonesia", ada beberapa potensi permasalahan yang muncul pada kontrak derivatif, seperti:

  • Risiko Kredit : Risiko kredit adalah risiko yang muncul dari suatu kegagalan dari pihak lawan dalam suatu kontrak untuk memenuhi tugas atau kewajibannya. Atau risiko kredit ini mudahnya adalah risiko yang disebabkan oleh kegagalan salah satu pihak dalam memenuhi kewajibannya.
  • Risiko Pasar : Risiko dari perubahan harga aset atau variabel yang mendasarinya. Dan apabila terjadi perubahan harga yang berlawanan hal ini dapat memicu kerugian yang signifikan.
  • Risiko Operasional : risiko yang berkaitan dengan penyelesaian kontrak derivatif. Kesalahan dalam pengelolaan atau jalannya pelaksanaan kontrak dapat menimbulkan kerugian finansial.

Dan Menurut Sianturi (2015), potensi masalah yang muncul dalam menghadapi kontrak derivatif :

  • Potensi Ketidaksesuaian antara Kondisi Fisik dan Futures : tidak sesuainya nilai yang dilindungi yang disebabkan oleh kualitas dan kuantitas instrumen. Maka dari itu hedger harus bisa mengatur dan mengakomodasi perbedaan tersebut dengan melakukan lindung nilai yang sesuai.
  • Potensi Basis Risiko : belum tentunya perkiraan risiko yang telah dibuat sebelumnya karena ketidaksamaan secara wajar hubungan harga di pasar spot dengan di pasar berjangka.
  • Potensi Risiko Wanprestasi : Risiko yang muncul yang melibatkan pihak yang tidak mentuntaskan kewajibannya. Dan apabila terjadi kesalahan sehingga tidak dapat melaksanakan kewajibannya sesuai dengan kesepakatan, kemungkinan terdapat risiko yang dapat tidak terbayarkan karena pertukaran tersebut.



BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline