Lihat ke Halaman Asli

Puisi │Hanya Angin dan Mata Terpejam

Diperbarui: 11 Juli 2018   13:10

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

DOKUMENTASI PRIBADI

Tubuh kita terbuat dari adonan tanah liat

Dikukuhkan srengenge dan pembakaran

Karenanya senantiasa disucikan air dan debu

Dan satu saat nanti tubuh kita akan meretak

Dan terhampar bagai gurun kala hari

Senantiasa hanya angin hingga mata terpejam

Memainkan terang dan gelap dalam benak

Terbahak dan menangis dalam sesak

Main alpha sebelum diburu dan digedor oleh kenangan

Senantiasa berharap dengan angin untuk mendinginkan kulit dan mengekalkan hati

Jangan menyiakan uap bertayamum dan mulailah bersujud

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline