Lihat ke Halaman Asli

Herdoni Syafriansyah

Tidak Penting.

Organisasi Arus Musi (ARSI)

Diperbarui: 29 September 2015   18:58

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ketika Seni dan Budaya Daerah Telah Mendarah Daging

SEKAYU – Tak banyak masyarakat, utamanya para generasi muda yang mengenal dan mengetahui Seni dan Budaya khas daerah. Berbeda dengan sekumpulan para pemuda pemudi yang tergabung dalam organisasi Arus Musi (ARSI).

Meski hidup di zaman yang serba modern mereka lebih memilih menggeluti dunia seni dan menjaga budaya daerah sebagai bentuk pelestarian dan pengembangan terhadap seni dan budaya daerah yang hampir tenggelam.

Ketua ARSI, Herdoni Syafriansyah mengungkapkan bahwa organisasi ARSI sudah terdaftar di Kesbangpolinmas Kabupaten Muba. Selain itu, dirinya juga mengungkapkan alasan mengapa lebih memilih jalan tak biasa tersebut.

 “Saya adalah pecinta Seni, Sastra dan Budaya yang tumbuh dan besar di Muba. Kesenian dan Kebudayaan daerah telah mendarah daging dalam jiwa. ARSI adalah wujud sumbangsih kami dalam mengangkat martabat serta upaya melestarikan Seni, Sastra dan Budaya kabupaten Musi Banyuasin. Sudah menjadi prinsip dan komitmen sebagai pemuda asli Kabupaten Musi Banyuasin,” ungkapnya.

Semenjak berdiri, Organisasi yang sudah melahirkan 2 buah buku yang bertajuk Munajat Tugu Bundaran dan Aku Burung dan Kau Pisau yang Berputar ini telah menggelorakan kesenian dan kebudayaan asli daerah Kabupaten Muba. Tidak hanya seni, melainkan juga peribahasa, andai-andai, hingga permainan-permainan tradisional, dan mereka baru saja merilis single lagu Dundai Wak Aji.

“Lagu daerah, cerita rakyat, peninggalan rumah pangeran, ataupun permainan tradisional sepertinya sudah sedikit sekali yang mengetahui. Mungkin karena kita terlalu sibuk dengan urusan sendiri-sendiri hingga terkadang lupa cara membalas budi bagi daerah yang telah membesarkan kita,” ungkapnya.

Nah, sebagai sebuah organisasi independen, Arsi masih belum mampu untuk berdiri sendiri tanpa bantuan dari semua pihak. Baik dari segi moril maupun materil. “Setiap kegiatannya kami selalu melibatkan banyak pendukung yang bersedia membantu baik dari segi pendanaan maupun fasilitas,” jelasnya.

Karena itulah dirinya sangat mengharapkan bantuan berupa dana hibah dari Pemkab Muba untuk Tahun Anggaran 2016 maupun kerjasama pihak lainnya yang bersifat tidak mengikat. “Semua orang berhak dalam menjaga serta memajukan kesenian dan kebudayaan daerahnya sebagai ahli waris yang sah sesuai kodradnya masing-masing. Karena itu kami sangat mengharapkan kerjasama dan partisipasi semua pihak utamanya pihak pemerintah Kabupaten Muba,” tukasnya. (HMB)




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline