Lihat ke Halaman Asli

Hera Veronica Suherman

Pengamen Jalanan

Jubah Kesombongan

Diperbarui: 9 Maret 2020   07:33

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Illustrated By Hera Veronica


Apa yang patut di banggakan
hanya tercipta dari setetes air hina
namun malah menghina sesamanya
tidaklah elegan

Apa yang mesti di sombongkan
hanya berasal dari segumpal tanah
kelak akan kembali ketanah
terbenam di dalam perut bumi

Manusia tidaklah pantas
mengenakan pakaian kesombongan milikNya
berjalan tengadah di atas bumiNya
merasa jumawa lebih dari yang lainnya

Merasa diri paling kaya...
harta hanyalah titipan semata
yang sewaktu-waktu bisa di ambil kapan saja
oleh pemiliknya
sama seperti halnya nyawa
yang kapan saja bisa lepas dari raga
tinggal menunggu saatnya

Merasa diri paling pintar...
dengan sederet gelar
ujung-ujungnya bergelar ALM ( Almarhum )
gelar itu sudah pasti di sandang
terukir di batu nisan
di tempat peristirahat terakhir
tempat jasad berkalang tanah

Merasa diri paling cantik
seberapa lamanya usia kecantikan
kelak akan memudar
tak seorangpun bisa melawan penuaan
sama seperti halnya helai demi helai
rambut yang memutih di kepala
tua dan mati merupakan sesuatu yang pasti

Mengapa harus menepuk dada
dan menengadah pertanda pongah
mengapa tidak bersikap merendah
sedang meredah itu Mulia
di sisi Allah SWT

Written By Hera Veronica
Jakarta,
March 09,2020

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline