Lihat ke Halaman Asli

Menelusuri Istana Bawah Tanah di Candi Sambisari

Diperbarui: 27 September 2015   23:50

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Candi Sambisari"][/caption]

[caption caption="Candi Sambisari tampak samping"]

[/caption]Hari Sabtu kemarin (26/9/2015) tepat sore hari saya memanfaatkan hari terakhir libur pekan Adha, pasalnya di hari hari biasa belum tentu saya bisa menikmati perjalanan keliling Yogyakarta . Destinasi perjalanan saya kali ini adalah salah satu tempat yang terbilang unik dan cukup memiliki nilai sejarah yang tinggi . Yupss , tempat yang saya kunjungi adalah Candi Sambisari , hayoo udah pada tahu Candi Sambisari belum ? Yuk !! kenalan dan telusuri Candi Sambisari.

Candi Sambisari adalah candi Hindu (Siwa)yang berada di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, kira-kira 12 km di sebelah timur kota Yogyakarta ke arah kota Solo atau kira-kira 4 km sebelum kompleks Candi Prambanan Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan raja Rakai Garung pada zaman Kerajaan Mataram Kuno .

Perjalanan menuju Candi Sambisari melewati banyak jalan kecil karena letaknya yang di pedalaman pemukiman warga . Dengan bantuan GPS (Gangguin Penduduk Sekitar) saya pun akhirnya sampai juga di lokasi, yang menjadi simbolis lokasi adalah plang besar yang bertuliskan lokasi candi sambisari, selain itu disekitar lokasi juga banyak penjual makanan ringan seperti batagor, siomay serta kios kecil yang menjual jajanan instan .

[caption caption="Lokasi Candi Sambisari"]

[/caption]Lokasi Candi Sambisari memang tak strategis lokasi Candi Prambanan, di Candi Sambisari pun tak banyak bule seperti halnya Candi Prambanan . Tapi jangan salah, candi ini pun memiliki daya tarik yang tinggi juga dari pengunjung luar Yogyakarta, termasuk saya.

Salah satu keunikan Candi Sambisari adalah berada pada kedalaman 6,5 meter dibawah permukaan tanah sekitarnya, Candi Sambisari memiliki badan yang terdiri dari Candi Induk dan 3 Candi Perwara, untuk masuk ke area candi terdapat 4 pintu masuk . Saya memasuki melalui pintu barat .

[caption caption="Reruntuhan batu di pelataran Candi Sambisari"]

[/caption]

Candi Sambisari ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani yang bernama Karyowinangun disaat sedang mencangkul sawah, dan menemukan bongkahan batu yang memiliki ukiran. Setelah dilakukan penelitian oleh dinas purbakala, ternyata batu tersebut adalah secuil batu kecil dari komplek Candi Sambisari yang sangat besar seperti yang terlihat sekarang ini .

Konon dulu Candi Sambisari ditemukan terpendam oleh material vulkanik gunung merapi yang berada disebelah utara candi berjarak sekitar 40 kilometer . Jadi wajar saja jika pengunjung melihat Candi Sambisari berada dibawah permukaan tanah. Candi Sambisari ditemukan secara berkala, pertama kali dilakukan pada tahun 1966 oleh kantor cabang 1 Lembaga Peninggalan Purbakala Nasional di Prambanan. Pada tahun 1975 hingga 1977 sudah mulai nampak satu bangunan candi induk dan tiga buah candi perwara (pengawal) .

Anda bisa memanfaatkan objek candi induk dan candi perwara sebagai latar objek untuk hunting-hunting, anda pun juga bisa menikmati semilir angin di taman sekitar pelataran Candi Sambisari, yang biasanya notabene wilayah di sekitar candi itu panas namun di Candi Sambisari tidak terlalu panas . Meski Candi Sambisari bukan objek wisata utama di Yogyakarta tapi Candi Sambisari wajib menjadi destinasi wisata saat berkunjung ke Yogyakarta, menurut saya pribadi kita sebagai orang Indonesia wajib tahu dan mengenali sejarah peninggalan Indonesia, termaksud si istana bawah tanah ini yang sudah ratusan tahun terpendam oleh material vulkanik gunung merapi.[caption caption="Taman di pelataran Candi Sambisari"]

[/caption]

 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline