Lihat ke Halaman Asli

Hen AjoLeda

pengajar dan pegiat literasi, sekaligus seorang buruh tani separuh hati

Peran Bank Indonesia dalam Mendukung Ekonomi - Keuangan Inklusif dan Hijau

Diperbarui: 6 Juli 2024   02:39

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber Gambar: (KOMPAS.com/Putri Syifa Nurfadilah)

Peran Bank Indonesia dalam Mendukung Ekonomi-Keuangan Inklusif dan Hijau

Bank Indonesia (BI) memainkan peran vital dalam mendukung ekonomi-keuangan inklusif dan hijau di Indonesia. Sejarah panjang bank di Indonesia, yang diperingati setiap tanggal 5 Juli sebagai Hari Bank Indonesia, mengingatkan kita pada kontribusi signifikan bank sentral ini dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung perkembangan ekonomi nasional.

Pendirian Bank Indonesia tidak terlepas dari perjalanan panjang lembaga keuangan di Indonesia. Dimulai dengan Bank van Courant pada tahun 1746 yang memberikan pinjaman dengan jaminan barang, hingga berdirinya De Javasche Bank (DJB) pada tahun 1828 yang berwenang mencetak dan mengedarkan uang Gulden di Hindia Belanda. 

Setelah melewati berbagai perubahan, termasuk masa pendudukan Jepang yang menggantikan DJB dengan Nanpo Kaihatsu Ginko (NKG), pemerintah Indonesia mendirikan Bank Negara Indonesia (BNI) pada tahun 1946 sebagai bank sirkulasi pertama yang menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI). 

Akhirnya, pada tahun 1953, melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1953, Bank Indonesia diakui sebagai bank sentral Republik Indonesia.

Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki tugas utama untuk mengatur kebijakan moneter, mengeluarkan dan mengontrol peredaran uang, serta menjaga stabilitas sistem keuangan. 

BI juga mengawasi dan mengatur perbankan di Indonesia untuk memastikan kelancaran dan keamanan sistem perbankan nasional. Dalam menjalankan tugasnya, BI tidak hanya fokus pada stabilitas moneter, tetapi juga pada inklusi keuangan dan keberlanjutan lingkungan.

Keuangan Inklusif

Keuangan inklusif adalah suatu kondisi di mana setiap anggota masyarakat memiliki akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar, dan aman dengan biaya terjangkau. 

Tujuan keuangan inklusif adalah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal, sehingga mereka dapat meningkatkan pendapatan, mengelola risiko, dan keluar dari kemiskinan. 

Strategi keuangan inklusif di Indonesia melibatkan keterlibatan berbagai lembaga pemerintah dan organisasi untuk mencapai target keuangan inklusif yang lebih tinggi.

Bank Indonesia berperan aktif dalam pengembangan ekonomi inklusif melalui empat pilar strategi: pemberdayaan ekonomi, perluasan akses dan literasi keuangan, peningkatan akses pembiayaan, serta pelindungan konsumen. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline