Lihat ke Halaman Asli

Hen AjoLeda

pengajar dan pegiat literasi, sekaligus seorang buruh tani separuh hati

Selamat Ulang Tahun, Buku

Diperbarui: 20 Mei 2024   17:10

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi buku: UNSPLASH/CLAY BANKS

Selamat Ulang Tahun, Buku

Selamat ulang tahun,buku

Anggap saja aku kekasih atau pacar, 

selamat ulang tahun, cetak ulang selalu. 

-Jokpin 

Buku, selalu tak lekang oleh waktu, merayakan ulang tahunnya dua hari yang lalu, 17 Mei. Bagai seorang kekasih yang setia menemani perjalanan panjang kehidupan, buku telah menjadi saksi bisu evolusi pengetahuan, budaya, dan peradaban manusia.  

Sejak awal kemunculannya, buku telah mengalami berbagai transformasi. Bermula dari tablet tanah liat Sumeria sekitar 2400 SM, kemudian berkembang menjadi papirus di Mesir kuno, hingga mencapai bentuk codex yang menyerupai buku modern pada masa Romawi.

Penemuan mesin cetak oleh Gutenberg pada abad ke-15 merupakan titik balik yang revolusioner. Gutenberg memungkinkan reproduksi buku secara massal, sehingga pengetahuan yang sebelumnya terkungkung di kalangan terbatas, dapat diakses oleh lebih banyak orang.

Buku adalah alat utama dalam penyebaran ilmu pengetahuan. Tanpa buku, berbagai temuan ilmiah mungkin tidak akan terdokumentasi dengan baik dan tidak akan tersampaikan ke generasi berikutnya. 

Dalam dunia pendidikan, buku teks, jurnal ilmiah, dan publikasi akademik memegang peran krusial dalam proses pendidikan formal.

Selain berperan dalam pendidikan, buku juga merupakan penjaga kebudayaan. Melalui karya sastra, sejarah, antropologi dan etnografi, buku menjadi sarana dokumentasi dan pelestarian tradisi serta nilai-nilai budaya. 

Dengan membaca buku, kita dapat memahami sudut pandang dan pengalaman dari berbagai belahan dunia. Ini memperkaya wawasan dan menumbuhkan empati antarbudaya, yang sangat penting dalam dunia yang semakin terhubung ini.

Buku di Era Digital: Tantangan dan Harapan

Perkembangan terknologi komunikasi (era digital) yang kian melesit berkat penemuan internet dan website online pertama di dunia telah menjanjikan pesatnya industri percetakan buku, yang kemudian membawa tantangan baru bagi eksistensi buku. 

E-book dan platform pembaca digital seperti Kindle Books dan Google Books menawarkan kenyamanan dan aksesibilitas yang belum pernah ada sebelumnya. Dengan satu perangkat, kita dapat membawa ribuan buku ke mana saja. 

Perkembangan teknologi juga membuka peluang baru, lahirnya buku audio (audiobook) dan podcast berbasis buku menjadi alternatif bagi mereka yang sibuk namun tetap ingin mengonsumsi konten literatur.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline