Lihat ke Halaman Asli

Hellobondy

Lawyer, Blogger, and Announcer

Saipul Jamil dan Kesempatan Kedua, Mungkinkah?

Diperbarui: 14 September 2021   20:33

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto : Idn Times

Senyumnya merekah hingga ke telingga, karangan bunga dikalungkan ke kepalanya, tak lupa bucket bunga berwarna di tangan kananya. Sebuah mobil mewah berwarna merah dengan cap terbuka menemani arak-arak seorang laki-laki paruh baya yang dulu sering menghias layar kaca.  Bak seorang pahlawan yang habis berperang, media pun berlomba mengundang bahkan menyediakan beberapa judul yang mungkin akan segera mengudara

Tidak sayang, Laki-laki itu bukanlah seseorang yang habis menang sebuah medali untuk bangsanya, ia adalah laki-laki yang pernah menghancurkan kehidupan anak dan keluarganya. Ia dipenjara karena melakukan pencabulan, dan kini ia akan segera berkeliaran menyapa kita semua. Sebuah ironi yang sesungguhnya.

Apa media ini kehabisan berita, sehingga mendewakan kebebasan pelaku kekerasan seksual. "Berhati lembut Saipul Jamil tak dendam ke pada pria muda yang membuatnya masuk penjara", "Kisah pilu Syaipul Jamil di penjara" dan masih sederet judul yang membuat ingin pindah ke Mars. 

Coba kalau memberitakan korban senang sekali menyudutkan, "Tukang Kayu jadi Polisi gadungan Sukses hamili 1 bidan dan 5 janda" Sangking lugunya tak ahu jika Istrinya sudah tidak orisinil". Miris!

Tobat dan kesempatan kedua, mungkinkah?

Aku pun bertanya-tanya, apa memang benar manusia bisa berubah? "Aku janji gak akan mengulanginya lagi" tapi ternyata perbuatan itu dilakukan secara terus menerus. Contohnya saja pada pelaku perselingkuhan. 

Tapi, banyak sekali di media, dulu mantan napi kini jadi ustad, dulu anak punk kini jadi pengusaha. Entahlah, terkadang aku bertanya-tanya apa ukuran tobat ini?

Tapi, tentu saja perubahan akan terjadi jika memang itu disadari oleh pelaku itu sendiri dan berubah untuk kebaikanya. Lalu bagaimana dengan mantan napi yang baru lepas lalu tak lama ia Kembali lagi tertangkap?. Apa yang salah?

Tidak sedikit yang memberi dukungan pada artis ini, bahkan beberapa pemberitaan malah lebih menjijikan, pelaku merasa tidak dendam terhadap korban. 

Begini, ranah maaf hanya menjadi milik korban dan keluarga, dan saya yakin ini adalah proses seumur hidup bagaiamana korban berdamai dengan keadaan. 

Tapi memberikan panggung untuk pelaku tentu sebuah prilaku yang tidak mudah dimaafkan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline