"Jangan terlena BisPhenol A (BPA) pada Galon Guna Ulang (GGU) yang juga belum ada penelitian resmi melibatkan lintas stakeholder oleh BPOM. Sekarang lebih penting dipantau oleh BPOM adalah isi air GGU itu, jangan sampai isi airnya yang bermasalah alias sumber airnya yang tidak aman bagi kesehatan."
Menyambung artikel sebelumnya tentang Bisfenol A di Kompasiana, di "Solusi Polemik Label Bisfenol Galon Guna Ulang Vs Galon Sekali Pakai", dan di "Setop Kampanye Bahaya Bisphenol A, Itu Hoaks! Galon Isi Ulang Aman, Simak Apa Kata Ahli?".
Untuk meluruskan pemahaman tentang wacana atas bahaya BisPhenol A pada galon guna ulang, coba ikuti penjelasan BPOM yang juga mengatakan aman penggunaan galon Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Baca di "BPOM: Galon AMDK Aman Digunakan Secara Berulang Karena Tidak Meningkatkan Migrasi BPA"
Sebagaimana penjelasan melalui diskusi di WAG Kelola Sampah, sahabat penulis, Henky Wibawa, Direktur Eksekutif Federasi Pengemasan Indonesia (IPF), memberi penjelasan bahwa masalah BPA ini telah ada sejak +/- 15 tahun yang lalu telah menjadi isu yang berkaitan dengan pemakaian plastik Polycarbonate (PC).
Pada suhu panas, misal air mendidih 100 derajat Celcius, maka PC itu dapat memigrasikan BPA ke air tersebut. Dan air yang telah terkontaminasi BPA ini dapat berbahaya bagi kesehatan manusia.
Berarti bila galon guna ulang atau wadah plastik lainnya tersebut yang tidak disentuh oleh panas air 100 derajat celcius maka menurut penulis adalah aman untuk kesehatan dan dapat dipergunakan oleh masyarakat.
Wacana BisPhenol-A atau BPA ini muncul dua tahun terahir ini setelah Lee Mineral meluncurkan produk Galon Sekali Pakai (GSP) dengan galon tanpa BPA.
Nah sangat jelas disini ada persaingan tidak sehat antara produsen GGU, seperti Danone dan banyak perusahaan lainnya.