Lihat ke Halaman Asli

Pemimpin, Harus Memahami Rakyatnya

Diperbarui: 24 Januari 2018   15:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dokpri

Sebagai seorang pemimpin, patut mengerti dan memahami rakyat atau anggotanya. Dengan demikian, persatuan dan kesesuaian dapat tercapai.

Momentum menjelang pemilihan walikota Mojokerto salah satu contohnya. Persaingan antar bakal pasangan calon mengalami peningkatan. Bukan saling menjatuhkan, tapi  berkompetisi memberikan performa terbaik dengan program-program menariknya. 

Andy Soebjakto-Ria Suryani, bakal pasangan calon walikota dan wakil walikota Mojokerto terus mengupayakan persiapan menghadapi segala tantangan dan rintangan.

Ria Suryani, putri dari Abd. Gani, walikota Mojokerto dua periode ini terus melakukan silahturahmi ke daerah-daerah setempat. 

Kemarin, Selasa (23/01) tim pemenangan ASRI (Andy Soebjakto-Ria Suryani) yang didampingi pengurus partai pengusung (baca: PKB, Demokrat dan PPP) silahturahmi ke kelurahan Surodinawan, Kota Mojokerto untuk bertemu badan otonomi, kader-kadernya, dan khusus kepada masyarakat. Tepatnya di TPQ Al-Hidayah, Kedung Mulang.

Nampak bakal pasangan calon ini larut dalam perbincangan terkait strategi peningkatan potensi wilayahnya. 

"Kita memang perlu melakukan silahturahmi, karena dengan silahturahmi punya nilai dua manfaat, yaitu dipanjangkan umur dan dilapangkan rejeki dalam membangun Kota Mojokerto sebagai ServiceCity menuju SmartCity," papar Ria.

Andy dan Ria secara bijak mengutarakan solusi dan trobosan dalam menangani masalah dan harapan warga setempat. 

Misalnya Basori Alwi, pengasuh TPQ mempertanyakan terkait nyangkut program KDK (Kecakapan Dasar Keagamaan) yang diusung K. H Mas'ud Yunus (Walikota Mojokerto saat ini) untuk keperluan lulusan SMP yang memerlukan kompetensi membaca, memahami dan memaknai Al-Quran. Hal serupa dirasakan Ibu Lucha, seorang pengajar yang mengalami kesulitan dalam membawa metode pengajaran Al-Quran di Sekolah Dasar. 

Beruntungnya, Andy sudah memiliki trobosan dan solusi terbaik penanganan metode dan strategi peningkatan kompetensi lulusan SD maupun SMP terhadap membaca, mengartikan dan memaknai Al-Quran. 

"Saya sudah memiliki gambaran trobosan strategi pembelajaran untuk siswa SD sederajat untuk menghasilkan lulusan yang mampu membaca Al-Quran, melalui instrument dan gaya pengajaran yang menarik dan aplikatif, membangun kota tidak hanya sekedar sentuhan cerdas saja (duniawi), akan tetapi moral menjadi penentu kehidupan bermasyarakat yang Ramah dan Indah" jelasnya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline