Lihat ke Halaman Asli

Harry Dethan

TERVERIFIKASI

Health Promoter

Faktor yang Mendorong Seseorang Mulai Merokok

Diperbarui: 5 September 2024   14:23

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Video. Sumber ilustrasi: Freepik


Saat pertama kali merokok atau mulai menjadi seorang perokok, seseorang biasanya terdorong oleh faktor-faktor tertentu. Pernahkah kalian berpikir, kira-kira faktor apa saja ya?

Tentunya masing-masing orang dapat dipengaruhi oleh faktor yang berbeda-beda. Bisa jadi hanya satu atau lebih dari satu faktor. Nah, ada sebuah penelitian yang mencari tahu tentang hal ini.

Dari banyaknya faktor yang ditemukan, ada 3 faktor yang bisa coba kita bahas.

Pertama, faktor motivasi reflektif dimana seseorang berpikir bahwa merokok dapat memberi manfaat pada dirinya seperti meningkatkan rasa percaya diri atau membuatnya terlihat lebih keren, mengatasi stres, hingga untuk sekedar mengusir rasa bosan.

Kedua, faktor sosial yang berkaitan dengan pengaruh dari teman sebaya atau keluarga. Faktor ini berkaitan dengan tradisi keramahtamahan atau solidaritas, menganggap merokok sebagai perilaku normal, hingga maskulinitas toksik atau pemikiran bahwa laki-laki dewasa yang maco itu identik dengan merokok. Selain itu akses yang mudah untuk mendapatkan rokok juga menjadi faktor pendorong lainnya.

Ketiga, faktor psikologis dalam hal ini kurangnya pengetahuan tentang dampak buruk rokok, ditambah dengan kurangnya kontrol diri yang baik. Biasanya faktor ini membuat orang mengatakan "merokok itu tidak apa-apa, toh merokok atau tidak merokok juga nanti mati, asalkan tidak berlebihan tidak apa-apa lah?!". Mereka pun dengan mudahnya terpengaruh pada kondisi lingkungan karena kurangnya kontrol terhadap apa yang baik dan tidak baik.

Menurutmu, faktor apa lagi yang biasanya mendorong seseorang mulai merokok?

Sumber: Factors influencing tobacco use behaviour initiation -- From the perspective of the Capability, Opportunity, Motivation- Behaviour (COM-B) Model - ScienceDirect

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H



BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline