Lihat ke Halaman Asli

Menaturalisasi Pemain Itu Tak Perlu

Diperbarui: 24 Juni 2015   03:11

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Olahraga. Sumber ilustrasi: FREEPIK

Indonesia merupakan sebuah bangsa yang besar, bangsa yang mempunyai banyak pulau, dan memiliki penduduk yang jumlahnya jutaan yang memiliki banyak akan talenta. Tetapi dalam dunia sepak bola bangsa yang besar ini belakangan ini minim prestasi. Banyak para pendukung tim nasional Indonesia saat ini merindukan sebuah kemenangan disetiap tim nasional Indonesia bertanding, serta haus akan sebuah prestasi. Tetapi walau prestasi tak kunjung datang, walau kemenagan tak bisa diraih, selama merah putih itu masih Indonesia, selama garuda masih berada di jersey, selama itu pula kami akan selalu setia mendukung tim nasional Indonesia.

Hari ini saya terbesit sebuah pertanyaan kenapa komposisi tim nasional senior saat ini walau sudah dihiasi dengan beberapa pemain asing yang telah dinaturalisasi tetap saja Indonesia masih belum bisa memberikan prestasi yang sudah lama diharapkan oleh banyak orang pecinta tim nasional. Jika ada orang berpendapat dengan menaturalisasi pemain asing itu merupakan cara instan untuk mendapatkan sebuah prestasi dilapangan hijau, menurut saya itu sebuah kebodohan karena prestasi masih saja belum bisa diraih. Serta hanya orang yang tidak percaya dengan talenta putra bangsa yang setuju dengan langkah menaturalisasi pemain dari PSSI tersebut.

Cara PSSI menaturalisasi pemain itu merupakan sebuah dampak negatif karena secaara tidak langsung cara ini meremehkan talenta – talenta lokal yang jumlahnya jutaan di negeri ini, dan kesempatan pemain asli Indonesia menjadi tergeser oleh pemain naturalisasi dan ini akan memberikan efek psikologis yang kurang baik bagi talenta – talenta lokal. Naturalisasi sebenarnya bukan jawaban yang benar untuk mengatasi kekurangan prestasi tim nasional kita, apa gunanya naturalisasi jika pada akhirnya hanya menjadi sebuah penyakit sepak bola Indonesia dengan budaya instan mencari pemain sana sini. Padahal sepak bola itu dibangun dalam waktu yang cukup panjang bukan dalam waktu yang singkat.

Sebenarnya PSSI perlu belajar dari pelatih tim nasional U-19 Indra Sjafri dengan cara belusukannya ke berbagai daerah, cara itu merupakan salah satu cara yang ampuh untuk mendapatkan pemain – pemain yang berkualitas dan penuh talenta. Cara yangdilakukan pelatih Indra sjafri sudah terbukti ampuh dapat mendatangkan sebuah prestasi yang sudah lama kita nantikan di ajang Internasional, dan hal ini menegaskan bahwa bangsa kita ini memiliki sumber daya manusia yang hebat serta mempunyai talenta yang sangat baik.

Seperti kata Soekarno dalam pidatonya : Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka. maksutnya adalah jika PSSI tidak percaya dengan kemampuan dan talenta putra bangsa, maka tim nasional tidak akan mampu meraih prestasi dan tak mampu berdiri mejadi macan asia lagi.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline