Lihat ke Halaman Asli

Handy Pranowo

TERVERIFIKASI

Love for All Hatred for None

Penari Latar

Diperbarui: 5 Februari 2022   12:42

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi. Penari Latar/pixabay.com

Aku bukan bayangan dirimu yang nampak oleh sorot lampu.

Bukan pula cermin yang menampakkan wajahmu yang lain di atas panggung.

Aku semacam tata rias penuh warna namun tidak melekat di wajahmu melainkan di bagian lain yang teramat intim.

Aku adalah gerakanmu meski samar, menciptakan harmoni dan senyuman yang asing selagi kau bernyanyi.

Di kehampaan hatiku tersembunyi nada-nada ketukan menari seperti ciuman terakhir untuk perasaan yang getir.

Bisa saja aku menghilang, membiarkanmu sendirian dengan sorak sorai penonton dan riuh tepuk tangan.

Tetapi aku mencoba bahagia untuk tetap di belakang, di samping, di depan dan dengan senyuman yang seolah-olah menyenangkan.

Meski akhirnya ku sadar keberadaanku begitu berkesan untuk sebuah acara panggung yang besar. Di akhir pekan.

Aku telah berlatih sekurang-kurangnya satu kali dua puluh empat jam.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline