Lihat ke Halaman Asli

Hamdali Anton

TERVERIFIKASI

English Teacher

5 Percakapan Wajib Tahu bagi Pendatang "Hanyar" di Ibu Kota Negara RI yang Baru

Diperbarui: 13 November 2019   18:08

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber Gambar : www.cnbcindonesia.com

"Kai!"

Syahrul mengagetkan kakeknya, Kakek Fandi, yang sedang merem melek menikmati semilir sejuknya udara pagi. Di meja kecil sebelah kanannya, ada segelas kopi hitam yang masih mengepul. 

"Ah, ikam tu, Rul. Kai lagi nyaman-nyamannya guring, ikam malah bakuciak. Untung kai kada talimbah."

"Eh, sori, Kai. Kirain Kai kada guring," kata Syahrul, sambil menarik kursi di sebelah kiri Kai-nya dan duduk dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. 

"Ikam dari mana?" Kai batakun.

"Dari kampus, Kai. Dosennya kadada. Jadi ulun ka wadah Kai aja."

"Ah, ikam walih bakaramput!" Kai Fandi menyeruput kopi hitamnya seperti menikmati anggur kualitas premium dari Eropa. Jakun Syahrul turun naik melihat cara Kai-nya manginum kopi.

"Bujuran, Kai. Ngapain juga ulun bakaramput. Dosennya tulak ka Bandung. Ada seminar, jar sidin," padah Syahrul, sambil tetap menatap lekat gelas kopi Kai. 

"Ikam handak manginum kopi kah?" takun Kai. 

"Handak lah, Kai. Masih ada kah?" 

"Ya, masih lah. Ikam langsung haja ka dapur. Ulah saurang lah."

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline